Header Ads Widget

}

Melalui Pelatihan Khusus, Anjing Bisa Deteksi Tanda Kejang

Pelatihan secara khusus kepada hewan peliharaan bisa mengasah kemampuannya makin bertambah spesifik. Sama seperti anjing sebagai hewan yang banyak digunakan manusia untuk berbagai keperluan, pekerjaan tertentu tersebut butuh ketajaman penciuman anjing.
pexels/annetnavi

Keistimewaan penciuman anjing yang sudah dikenal ini, membuat peneliti penasaran untuk makin mengali, apa saja kemampuan anjing dalam deteksi sesuatu berdasarkan aroma. Pada studi yang dirilis jurnal Nature Scientific Report juga dikabarkan, anjing dengan latihan khusus bisa membantu manusia dalam deteksi yang berhubungan dengan kesehatan.

Jurnal Nature Scientific Report yang dilakukan tim ilmuwan negara Perancis menjelaskan tentang studi terhadap lima ekor anjing. Kelima anjing tersebut di uji untuk melakukan deteksi kesehatan terhadap manusia, khususnya tanda kejang.

Kelima ras anjing tersebut seperti Casey, Dodger, Lana, Zoey dan Too diberi pendalaman khusus terhadap tanda dan ciri individu yang terkait dengan kejang.
pexels/rawpixel

Dilansir dari AFP (28/03/2019) mengungkapkan, dari data yang dikumpulkan tersebut, tiga jenis ras anjing mampu mengenali tanda kejang dengan tingkat akurasi tinggi, yakni 100 persen. Ras anjing Casey, Dodger dan Zoey. Sedangkan jenis lainnya juga bisa mengenali tanda kejang yang berhubungan dengan kesehatan manusia, namun memerlukan deteksi waktu cukup lama, sekitar 2 hingga 3 pengendusan.

Amelie Catala, salah satu peneliti yang melakukan studi terhadap tanda kekejangan yang didasarkan aroma mengungkapkan, perkembangan yang dihasilkan tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya epilepsi terhadap manusia.

Menurut peneliti di Universitas Rennes dan juga sebagai penulis utama studi tersebut  menerangkan, studi yang dilakukan terhadap ras anjing menjadi arah bagi penelitian-penelitian baru lainya untuk mencegah penyakit epilepsi yang umumnya disertai kekejangan. Hal ini akan membuat pasien dapat aman.
pexels/dominic-buccilli-281808

Tingginya indera penciuman hewan peliharaan anjing sudah dikenal lama. Indera penciuman anjing yang sensitif tersebut mampu mengidentifikasi aroma organik secara detail dan spesifik. Bahkan tingkat akurasinya yang terbilang tinggi, hewan peliharaan ini dapat berkonsentrasi kurang dari 0,001 bagian per miliar.

Kemampuan deteksi manusia melalui hidung, hanya berjalan maksimal sekitar 300 jenis per miliar.

Catala menerangkan, kemampuan deteksi yang ditunjukkan anjing untuk mengetahui penyakit kronis tersebut tidak memerlukan waktu lama. Ia mengungkapkan, hewan tersebut bisa memberi ketepatan mendeteksi hanya dalam beberapa menit.

Dari studi yang dilakukan, ia mengungkapkan, penelitian deteksi aroma dan tanda kejang tersebut dapat menjadi salah satu metode alternatif untuk skrining penyakit secara cepat, murah dan tingkat akurasi yang tinggi.