![]() |
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock] |
Beijing Institute of Biotechnology mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan dalam uji klinis fase awal. Hasil dari vaksin Covid-19 dinilai dapat menghasilkan antibodi sebagai penawar puluhan pasiennya. Dalam jurnal Kesehatan The Lancet edisi Jumat, antibodi tersebut diberi nama Ad5-nCoV setelah mengalami pengujian pada 108 orang dengan usia 18 - 60 tahun.
Kelompok pasien sejumlah 36 orang dikelompokan dalam takaran rendah, sedang hingga tinggi, sebagian besar telah terjangkit Corona 28 hari. Disebutkan hasil uji coba vaksin melalui induksi bersama antibodi bersifat mengikat tersebut memperlihatkan pasien yang memperoleh dosis vaksin rendah hingga menengah memperoleh antibodi bersifat penawar daripada pasien yang mendapat dosis tinggi.
"Hasil ini merupakan tonggak penting," ujar Wei Chen, profesor di Institut Bioteknologi Beijing dan pemimpin penelitian kepada para media, seperti dikutip dari CNBC International, Minggu (24/5/2020).
Ia juga menambahkan hasil tersebut tetap perlu kehati-hatian dalam menafsirkan mengingat metode antibodi sebagai vaksin Covid-19 belum dilakukan pada waktu sebelumnya, Menurutnya ada tantangan yang bisa muncul serta tidak selamanya respon vaksin ini terus menjaga tubuh manusia terhadap Covid-19.
World Health Organization (WHO) seperti dilansir CNBC Indonesia menerangkan, saat ini sekitar 9 jenis vaksin dalam pengujian. Diantara ke 9 vaksin tersebut, hasil yang cukup menggembirakan ditunjukkan oleh Vaksin Ad5-nCov karena 2 fase di uji klinis dari tiga tahun. Pada uji klinis fase ke 2 yang berlangsung sekitar April 2020 lalu, melibatkan 500 orang.
0 Comments