Mendapatkan keuntungan dari bisnis yang ingin dikerjakan, tentu harapan seluruh businessman. Namun hal lain yang perlu dihadapi secara real adalah kegagalan.
Salah satu jenis investasi yang cukup di tengah masyarakat adalah ternak ayam petelur. Peluang yang dihasilkan dari ternak ayam betelur tersebut sebenarnya punya potensi keuntungan tinggi mengingat kebutuhan masyarakat pada telur.
Telur sebagai menu favorit yang mudah ditemukan sekitar warung rumah, lebih cepat habis setelah dikonsumsi anggota keluarga.
Memulai bisnis kecil-kecilan maupun skala besar di bidang ayam petelur, faktor kegagalan ternak tersebut perlu Anda ketahui.
Faktor Kegagalan Ternak Ayam Petelur
Tidak Memiliki Pengetahuan Dasar
Faktor kegagalan ternak ayam petelur yang paling umum adalah tidak memahami pengetahuan dasar tentang ternak ayam petelur.
Calon pelaku wajib memahami seperti apa teknik dasar memelihara ayam, khususnya kajian teknis selama dipelihara, menghasilkan telur dan kesiapan suplay ke konsumen.
Pengetahuan dasar lain yang diperlukan untuk mencegah timbulnya faktor kegagalan ternak ayam petelur perlu dikembangkan secara inovasi, seperti kandang yang sehat, mengetahui jenis penyakit yang rentan di alami ayam petelur, cara memberi vaksin, cara memilih dan membuat pakan ternak dan informasi dasar lain yang dianggap perlu diketahui.
Riset Pasar dari Kompetitor
Besarnya peluang profit yang didapatkan dari bisnis ayam petelur, secara tak langsung menarik minat calon pelaku menekuni. Sama seperti pepatah yang mengatakan, ada gula ada semut. Kurang lebih seperti itulah daya tarik bagi yang mengetahui bisnis ayam petelur.
Penyebab faktor kegagalan ternak ayam petelur yang kedua adalah kurang memperhitungkan stok yang tersedia dibanding permintaan konsumen.
Kegagalan melakukan riset pasar memprediksi stok yang tersedia berbanding permintaan pasar, rentan membuat profit menurun minimal 30%.
Dilema tersebut muncul pada dua kemungkinan, menyimpan telur atau segera menjualnya.
Produksi telur yang melimpah di pasaran sehingga produsen berlomba-lomba menyalurkan barang, pengaruhnya pada harga akan menurun.
Dilema lain adalah menyimpan telur punya resiko lain. Dimana kondisi telur perlahan menurun kualitasnya hingga membusuk.
Oleh karena itu, diperlukan strategi pendukung di bidang marketing pemasaran hingga transportasi.
Permintaan ayam petelur memiliki hari baik yang biasanya melonjak pada kondisi tertentu. Misalnya hari libur nasional dan perayaan yang menggunakan makanan telur.
Selain dua hal tersebut, ada banyak faktor kegagalan ternak ayam petelur yang perlu di gali di lapangan sehingga usaha yang akan Anda jalani berhasil tanpa kendala.
Sumber foto: Pixabay.com
0 Comments