Header Ads Widget

}

Jangan Keliru saat Bayi Demam, 3 Cara Pengobatan Tidak Diperbolehkan

Kehadiran bayi dalam keluarga akan menambah suasana semakin lengkap. Sosok imut yang lucu menggemaskan mereka kerap mengundang senyum orang lain melihat tingkah lakunya. Kesehatan bayi yang tidak selalu baik akibat hal tertentu, gejala yang sering ditemukan seperti demam. Pengalaman orang tua yang memiliki bayi tentu beraneka ragam dalam pemulihannya. Meski demikian tidak semua orang tua memahami cara tertentu yang awalnya dianggap pengobatan, justru tidak diperbolehkan dilakukan pada bayi saat demam.

Pencegahan bayi demam yang tidak diperbolehkan (pixabay.com)


Dikutip dari youngparents.com.sg, manakala bayi demam sebaiknya tidak melakukan hal berikut:

  1. Terlalu sering konsumsi obat
  2. Memaksa bayi berkeringat dengan selimut
  3. Menurunkan panas dengan kompres air dingin

Pemberian obat berlebihan ternyata tidak selalu baik untuk bayi yang demam ringan karena timbulnya suhu tubuh yang meningkat demam berkisar 37,6 - 37,9 derajat celcius. Pada kisaran suhu tersebut, menurut konsultan dokter anak, Dr Dawn Lim di Kinder Clinic, Paragon Medical Center, Singapura, kenaikan suhu tubuh awalnya indikasi sistem imun tubuh melakukan perlawanan infeksi.

Dawn Lim membeberkan dari penelitian pada orang tua yang terbiasa memberikan obat demam terhadap bayi mereka, umumnya perlu waktu yang lebih lama jika buah hati mengalami demam berat.

Pencegahan awal yang bisa dilakukan oleh orang tua menjelang demam ringan tersebut, disarankan menggunakan spon air sesuai suhu kamar sepanjang suhu tubuh masih dibawah 38 derajat celcius.

Pencegahan berikutnya saat tubuh bayi masih demam dan meningkat naik, pertimbangan penggunaan obat menurut saran dokter bayi. 

Ia menambahkan, jika bayi menunjukkan kondisi makin tidak sehat, lakukan pemeriksaan segera ke dokter terdekat.

Selimut

Sebagian orang tua yang memiliki bayi, mungkin pernah melakukan hal ini, yakni menyelimuti bayi dengan tujuan keluar keringat. Tindakan menyelimuti tubuh bayi dengan selimut ternyata tidak didukung bukti ilmiah untuk menurunkan demam, pencegahan tersebut diduga akan meningkatkan suhu tubuh menjadi semakin buruk.

Mengutip keterangan Kang Phaik Gaik, manajer perawat senior dan konsultasi laktasi senior, Rumah Sakit Mount Alvernia, Singapura menyarankan orang tua dapat menggunakan pakaian tipis dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman pada sirkulasi udara baik. Hal terpenting untuk menjaga kesehatan bayi saat demam adalah ketersediaan cairan penganti untuk mencegah mereka terhidrasi.

Kompres air es

Mengompres bayi demam dengan air es ternyata tindakkan yang tidak diperbolehkan dilakukan. Ketika bayi mengalami suhu rendah artinya pembuluh darah menjadi tertutup dan umumnya panas yang terjadi mendorong ke dalam. Sitem kompres air jika diberikan, artinya kondisi luar bayi merasa dingin sementara situasi dalam sebenarnya panas.

Cara yang disarankan adalah menggunakan spons mandi dan menggunakan bak air sesuai suhu ruangan.

Sakit yang dialami bayi seringkali membuat orang tua panik. Ketelatenan dalam perawatan saat mereka sakit perlu dilakukan dan memperhatikan kondisinya antara 3-4 jam sekali. Caranya dengan memantau suhu tubuhnya secara berkala. Jika keadaan dianggap makin memburuk, segera ke dokter ahli anak untuk memperoleh pengobatan.


Post a Comment

0 Comments