![]() |
Sumber CatFly.com |
Dari semua cerita tersebut. Seekor anjing sebagai hewan peliharaan dapat menggigit jika merasa dirinya terganggu atau terancam. Tidak jarang, biasanya sering terjadi pada anak kecil karena belum mengenal hal-hal yang dianggap menganggu oleh hewan ini. Gangguan atau perasaan terancam yang dirasakan anjing, bisa menjadikan hewan agresif sehingga menggigit.
Sikap agresif yang ditunjukan anjing saat menggigit. Peristiwa yang terjadi, 80% dari korban gigitan anjing adalah anak-anak. Sikap yang perlu disadari sebagai orang tua atau pemilik hewan setelah mengetahui data tersebut, ada baiknya anak jangan ditinggal sendirian saat bermain dengan anjing. Biasanya, anak berusia dibawah 7 - 9 tahun, belum mengenali secara tepat seperti akan perilaku yang dianggap anjing sebagai ancaman.
Kiat Pertolongan Pertama saat digigit
Saat terjadi gigitan pada anak Anda yang dilakukan anjing. Jangan bertindak panik dan tetap tenang. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua atau pemilik anjing, yakni kegiatan pengobatan medis:
• Jika ada darah yang masih mengalir. Gunakan kain atau handuk bersih dan letakkan di zona tempat yang digigit dengan gerakan menekan. Tujuannya adalah menghentikan pendarahan.
• Jika cedera gigitan yang disebabkan anjing tidak membuat aliran darah keluar, bersiaplah untuk menekan cedera yang terluka sampai darah benar-benar keluar dari tempat yang terluka. Manfaatnya menjaga agar organisme mikroskopis seperti bakteri tidak masuk lebih jauh kedalam tubuh.
• Tempatkan bagian yang digigit di posisi yang lebih tinggi.
• Cuci zona cedera dengan sabun dan aliran air bersih yang mengalir, seperti di kran air.
• Tutupi luka dengan kain steril.
• Jika ada gangguan yang timbul pasca gigitan. Anda bisa menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk nyeri, misalnya parasetamol atau ibuprofen.
Setelah kegiatan di atas, pastikan Anda dengan cepat membawa anak yang terluka akibat gigitan anjing itu ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan.
Biasanya, tenaga ahli atau dokter akan melakukan pembersihan kembali pada luka gigitan untuk memastikan sudah benar-benar bersih.
Tindakan medis yang dilakukan dokter dalam pertolongan terhadap korban yang digigit anjing, korban akan diberi imunisasi berupa vaksin dan perawatan dengan obat pencegah infeksi seperti anti-biotik sekitar 14 hari untuk menangkal penyakit yang diduga bisa dialami.
Jika tidak mendapat perawatan
Jika orang tua atau pemilik hewan peliharaan rajin memberi vaksinasi yang menjadi kebutuhan anjing, maka gejala dan ciri-ciri dibawah ini jarang terjadi.
Gigitan anjing yang tidak terawat atau terlantar pemiliknya, bisa menyebabkan penyakit seperti rabies, sepsis (pertumpahan darah), endokarditis (penyakit lapisan internal jantung), meningitis (kontaminasi pada lapisan luar tubuh). otak besar). Meskipun demikian, sebelum mencapai fase diatas, korban akan menghadapi efek samping yang berbeda, misalnya,
• Kemerahan dan pembengkakan di sekitar zona menggigit
• Munculnya cairan berwarna putih yang keluar dari luka gigitan
• Cedera di bekas gigitan terasa semakin menyakitkan
• Kemungkinan merasakan demam dengan suhu di atas 38 atas C
• Kemungkinan pembengkakan getah bening yang terlihat membengkak di sekitar luka gigitan
Tidak berlebihan jika Anda memelihara anjing di rumah, tetap berhati-hatilah dengan setiap potensial yang dapat terjadi. Terlepas dari kenyataan bahwa makhluk-makhluk ini dapat diterima sebagai teman dalam keluarga dengan sangat baik, kadang-kadang bisa menjadi agresif saat merasa terancam atau terganggu secara berlebihan oleh anak-anak.