Header Ads Widget

}

6 Gangguan yang Muncul pada Anjing Ketika Stres

Perubahan secara besar-besar bagi makhluk hidup bisa berdampak pada dua kemungkinan. Jika perubahan tersebut tidak menganggu kebiasaan dan aktivitas sebelumnya secara negatip, kemungkinan akan memberi kegembiraan untuk suasana baru. Sama seperti hewan peliharaan, setiap perubahan berbentuk yang tidak menyenangkan bagi dirinya, beresiko membuatnya stres.
pexels.com/@burst

Hewan peliharaan seperti anjing, memiliki kebiasaan dalam menjalani rutinitasnya. Stres yang dialami akibat gangguan yang tidak menyenangkan dari perubahan, akan membawa beberapa kemungkinan gangguan. Mulai dari hal yang terkecil hingga yang besar.

Secara umum, anjing sangat sensitif mengalami stres pada beberapa sumber, seperti suara keras yang ditimbulkan mercon, kembang api atau petir yang muncul saat hujan.

Pemilik yang sering membawa hewan peliharaan untuk berpergian bertemu hal-hal yang baru, juga dapat membuat anjing menjadi stres.

Jika stres yang dialami anjing berlangsung lama dan tidak mendapat penanganan yang tepat. Beberapa gangguan akan terjadi, seperti masalah kesehatan hingga perubahan kebiasaan yang sering dilakukannya.

Sedikitnya ada 6 kemungkinan yang beresiko terjadi pada anjing hewan peliharaan Anda. 


1. Selera makan
pexels.com/@freestocks

Stres dan berat badan pada anjing mempunyai korelasi yang erat. Stres yang lama yang terjadi pada hewan peliharaan, perlahan-lahan membuat selera makannya menjadi menurun.

Gangguan selera makan tersebut, akan memperngaruhi asupan nutrisi yang dibutuhkannya, sehingga dapat memicu gangguan lainnya, khususnya pada kesehatan.

2. Daya tahan tubuh
pexels.com/@cdomingues10

Daya tahan tubuh yang menjadi kekuatan anjing akan menurun. Tubuh anjing yang mengalami stres, mengeluarkan hormon kortisol sebagai respon tubuhnya. Hormon krotisol ketika mengaliri dan bercampur dengan aliran darah dan masuk ke otot, hal ini akan menyebabkan gangguan kesehatan dan penurunan daya tahan tubuh.

Daya tahan tubuh anjing yang mengalami penurunan dalam waktu lama, membuat tubuhnya tidak mampu mencegah infeksi dan penyakit lain.

3. Diare
pexels.com/@nishizuka-25426

Anjing yang stres bisa terserang diare. Hal ini bukan karena kesalahan dari asupan makanan yang salah makan.

Saat tubuh anjing mengalami stres, maka adrenalin akan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat terbawa dalam aliran darah ke usus dan lambung, sehingga gangguan kesehatan seperti diare akan terjadi.

Ciri fisik anjing yang diare karena stres adalah muncul mendadak dan datang tiba-tiba. Sedangkan pada diare yang dialami anjing karena faktor lain, biasanya ditandai dengan tubuhnya demam dan terjadi muntah.

4. Perilaku agresif
pexels.com/@katlovessteve

Sikap agresif yang ditunjukkan seekor hewan peliharaan seperti anjing dapat terjadi karena banyak sebab, salah satunya ketika dirinya mengalami stres yang tidak teratasi.

Anjing yang tidak mampu mengatasi stres akibat lingkungan sekitar, umumnya memberikan respon dengan meninggalkan lokasi yang membuatnya takut. Jika pada kondisi mereka tidak bisa meninggalkan lokasi karena alasan tertentu, maka kebiasaannya akan mengalami perubahan menjadi agresif.

Ciri fisik yang dapat diperhatikan oleh pemiliknya ketika anjing stres. Pada mulanya anjing akan terlihat gelisah dan seperti tidak jelas ingin melakukan sesuatu.

Sikap gelisah atau kebiasaan yang muncul tersebut, merupakan salah satu cara hewan peliharaan anjing untuk melepaskan diri dari tekanan stres pada mulanya. Mereka bisa berbuat pada dua kemungkinan, melarikan diri atau menyerang.

5. Penyakit
pexels.com/@adamkontor

Penyakit yang lama yang dirasakan anjing, dimungkinkan bertambah para jika mereka stres. Hewan yang sakit, stres menjadi salah satu penyebab kesembuhan menjadi terhambat.

6. Pipis sembarangan
pexels.com/@tdcat
Ketika anjing Anda pipis sembarangan, sebaiknya tidak langsung menyalahkan langsung. Anjing yang mengalami stres akibat faktor tertentu, akan mengalami kesulitan untuk mengontrol pelepasan pipisnya.

Hewan peliharaan anjing saat dalam kondisi stres, sering pipis sembarangan karena respon tubuhnya. Dengan pipis sesegera mungkin, mereka melepaskan hormon stres karena rasa takut.

Stres yang dialami hewan peliharaan bisa beragam dan membuat kebiasaannya berubah. Selain itu pada waktu lama akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya. Stres kronis yang terjadi pada hewan yang tidak selesai, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menjadi solusinya.