![]() |
Sumber pexels.com |
Pemberian makan kepada kucing yang tidak menggunakan jadwal tertentu, dapat membuat kucing kehilangan naluri dan juga beresiko pada hal lainnya, seperti masalah kesehatan dan pencernaan jika hewan peliharaan sembarangan makan.
Berikut Cara Membuat Jadwal Makanan Kucing
1. Buat jadwal yang disesuaikan
Selain ketepatan pemilihan makanan, Anda perlu mengatur jadwal pemberian makanan secara teratur dan terjadwal.
2. Komposisi
Untuk memberi makan pada hewan peliharaan seperti kucing, pada umumnya perlu dilakukan penyesuaian komposisi.
Pada awalnya, mungkin pemilik bisa memberi porsi yang sama banyak untuk mengetahui pola makan sekaligus untuk membuat jadwal, pada waktu kapan porsi makannya lebih sedikit. Biasanya, makanan yang diberikan tidak ada patokan tetap, namun pertimbangkan kucing dinilai dari ukuran, usia dan aktivitasnya.
Jika Anda masih bingung untuk porsi makannya, bisa menggunakan panduan yang terdapat dalam label atau keterangan produsen makanan.
3. Porsi berdasarkan usia
Untuk kucing yang berusia masih kecil, biasanya masih mendapat asupan makanan dari induknya. Anak kucing ini berusia sekitar empat sampai enam minggu pertama sejak lahir. Setelah bisa menerima makanan dari luar, anak kucing dapat menerima makanan lima atau enam kali dalam sehari.
Jangan lupa ya, anak kucing butuh banyak porsi untuk pertumbuhannya.
Sedangkan untuk kucing yang sudah dewasa, biasanya hanya makan dua kali sehari. Hal yang terpenting adalah Anda harus bisa mengukur porsi yang dibutuhkan.
Untuk kucing yang sudah tua, umumnya pemberian makanan hanya satu kali dalam sehari.
Sebelum membuat jadwal makanan untuk kucing, Anda disarankan untuk membaca panduan yang terdapat pada label makanan atau menurut petunjuk dokter hewan dan penyayang binatang.
Sumber