Header Ads Widget

}

Bukan Hanya Anjing, Rabies Bisa Menular dari Hewan Lain

Rabies adalah penyakit yang berasal dari virus rabies yang menginfeksi korban dengan kontak melalui gigitan. Penyakit rabies salah satu infeksi yang cepat menular dan berada kategori akut yang bekerja dalam susunan sarat pusat korban. Korban yang tertular virus rabies rentan menyebabkan kerusakan otak, sistem saraf dan resiko fatal lain yang menyebabkan kematian.

ciri ciri anjing rabies
PxHere.com

Ciri-ciri Anjing Rabies


Mengutip wikipedia.org, virus rabies dapat menularkan manusia dari bermacam-macam hewan, seperti gigitan anjing, kucing kera, rakun dan kelelawar.
sumber


Beberapa orang sering mengaitkan rabies dengan hewan anjing, sehingga penyakit virus rabies lebih populer di sebut penyakit anjing gila disebabkan infeksi lebih dominan ditularkan melalui gigitan anjing yang telah terinfeksi rabies.

Sementara itu, hewan lain seperti kucing dimungkinkan menularkan rabies kepada hewan lain dan manusia.

Dilansir BBC, korban yang tertular rabies melalui kucing, sempat mendapat perawatan Rumah Sakit Stoke Mandeville dan Rumah Sakit John Radcliffe, Oxford namun tidak dapat tertolong.
sumber

Dilansir WebMD mengungkapkan, setiap tahun rabies menelan korban lebih dari 50 ribu penderita yang berasal dari lebih 150 negara.
sumber

Penularan virus rabies dapat bersumber hewan berdarah panas, seperti hewan burung dan hewan yang telah disebutkan diatas. Beberapa hewan lain seperti sapi, lembu dan kelinci dimungkinkan terinfeksi virus rabies namun tidak menular kepada manusia.

Cara penularan virus rabies yang umum adalah dengan gigitan hewan yang terinfeksi, namun cara penularan lain bisa terjadi lewat kontaminasi air liur ke selaput lendir (mulut, mata, luka terbuka) dengan kecenderungan lebih sedikit dibandingkan gigitan.

Kenali Tanda Rabies pada Manusia

Kenali Tanda Rabies pada Manusia
nps.gov

Proses penularan rabies ke manusia dengan rentang waktu 2 hari hingga 12 minggu akan menimbulkan tanda dan gejala gangguan kesehatan yang sering disepelekan sebagian orang. Waktu infeksi hingga masalah kesehatan yang terjadi, dapat bervariasi dengan gejala sebagai berikut:


  1. Demam.
  2. Lemas.
  3. Kesemutan.
  4. Sakit kepala.
  5. Sakit pada bekas gigitan.
  6. Merasa cemas.


Gangguan kesehatan yang timbul tersebut, sering dianggap sebagai penyakit ringan seperti flu oleh korban. Lambatnya pengobatan pencegahan rabies membuat virus makin meluas hingga ke sistem sarat pusat dengan beberapa gejala seperti:


  1. Kram otot.
  2. Insomnia.
  3. Cemas.
  4. Bingung.
  5. Halusinasi.
  6. Produksi air liur berlebih.
  7. Mengalami kesulitan menelan.
  8. Sesak napas.


Penting agar Anda ke dokter mengambil tindakkan pencegahan sebelum efeksi menyebar lebih dalam, pengabaian penyakit rabies setelah digigit hewan anjing, kucing kera, rakun dan kelelawar, rentan meningkatkan resiko yang lebih berbahaya.

Kenali hewan yang terduga terinfeksi rabies

Kenali hewan yang terduga terinfeksi rabies
Pixabay.com

Hewan sehat dan terinfeksi virus rabies dapat dibedakan dengan beberapa cara, seperti dengan memperhatikan ciri dan tanda yang terlihat pada hewan, memudahkan Anda untuk mencegah agar tidak tergigit.

Hewan yang terinfeksi rabies akan menunjukkan perilaku yang tidak normal secara umum. Anda dapat memperhatikan tanda sebagai berikut:

1. Hewan seolah-olah bingung dan gelisah
2. Hewan tampak ketakutan
3. Hewan berubah agresif dan mudah tersinggung menggigit orang
4. Keluarnya air liur dan busa dibagian mulut
5. Penurunan keinginan makan
6. Mengalami kejang dan lemah

Cara mencegah hewan peliharaan menularkan rabies

Cara mencegah hewan peliharaan menularkan rabies
flickr.com

Hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan jenis peliharaan lain yang mempunyai resiko menularkan virus rabies perlu mendapatkan vaksin dari dokter atau tenaga ahli lainnya.

Pemberian vaksinasi secara teratur dan terjadwal pada hewan peliharaan merupakan cara efektif mencegah penyebaran ke anggota keluarga dan orang lain.

Jika Anda membiasakan hewan peliharaan bebas berkeliaran di luar rumah, maka sebaiknya mulai menganti kebiasaan tersebut. Tidak membebaskan kucing dan anjing di luar rumah, mencegah hewan melakukan kontak akibat tergigit oleh hewan lain yang terinfeksi virus rabies.

Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dengan melaporkan ke dinas terkait jjika Anda melihat tanda umum pada hewan yang berkeliaran di tengah masyarat.

Pertolongan pertama saat tergigit anjing dan hewan lainnya

Pertolongan pertama saat tergigit anjing dan hewan lainnya

Manusia dan hewan lainnya beresiko tergigit oleh hewan yang terinfeksi rabies tanpa disengaja. Kucing dan anjing liar yang berkeliaran bebas, dimungkinkan menjadi agresif dan mengigit orang lain karena faktor tertentu.

Jika Anda melihat hewan yang menggigit memiliki tanda yang cenderung tinggi terhadap rabies, maka Anda perlu pertolongan pertama sebagai antisipasi awal setelah tergigit anjing dan kucing. Tindakkan pencegahan awal sebagai antisipasi sangat perlu dilakukan, sebelum Anda pindah ke rumah sakit atau dokter.

Beberapa pertolongan pertama yang perlu Anda lakukan setelah digigit, seperti:


  1. Gunakan air mengalir untuk mencuci luka bekas gigitan hewan minimal 10 menit hingga 15 menit.
  2. Gunakan sabun, cairan pelarut lemak atau deterjen untuk membersihkan luka bekas gigitan.
  3. Balur dan oleskan luka bekas gigitan denganantiseptok seperti betadine, obat merah atau alkohol kadar 70%


Saat membersihkan luka bekas gigitan anjing atau kucing, tidak perlu digosok dengan keras. Dengan usapan sudah efektif mengurangi kekuatan virus sekaligus mencegah bekas gigitan semakin membesar jika digosok dengan keras.

Virus rabies terlindung oleh lapisan lemak sehingga sabun cuci dengan kemampuan melarutkan lemak sangat diperlukan.

Setelah melakukan pertolongan pertama untuk pencegahan awal penyebaran rabies, maka Anda perlu melanjutkan pertolongan lebih lanjut dari tenaga ahli seperti dokter sebelum 12 jam sejak tergigit.

Ceritakan pengalaman Anda bahwa tergigit hewan. Umumnya Vaksin Anti Rabies (VAR) akan diberikan untuk mencegah penyebaran rabies.