Faktor yang lain saat anjing mengalami sakit, dimungkinkan bisa bersumber virus yang menginfeksi mereka.
Penyakit yang Umum pada Anjing
Penyakit adalah keadaan yang terjadi pada makhluk hidup yang membuat fungsi tubuh mengalami penurunan fungsi menjadi abnormal.
Gangguan kesehatan yang dihasilkan oleh penyakit, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman secara fisik dan mental yang mengalaminya.
Banyak upaya pemilik hewan peliharaan untuk menjaga kesehatan mereka, vaksinasi dan pemberian vitamin sesuai anjuran dokter hewan, menjadi satu bagian yang tak bisa dipisahkan untuk anjing.
Anjing memiliki peluang yang hampir sama dengan makhluk lain terhadap penyakit. Pemilik peliharaan dapat mengantisipasi dengan cara lain.
Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, alternatif berguna untuk pemilik hewan. Memahami sebagian besar proses infeksi di tempat yang tidak dibersihkan dengan rutin, misalnya untuk kandang, tempat tidur, mangkuk, peralatan pendukung perawatan untuk anjing. Faktor lainnya adalah mencegah masuknya serangga atau hewan yang terinfeksi
Dikutip dari beberapa sumber, anjing sebagai hewan peliharaan yang tidak mendapat perawatan yang baik memiliki peluang terhadap 9 jenis penyakit, seperti:
Canine Coronavirus
Canine Coronavirus jenis penyakit yang bisa diderita anjing. Proses penyebaran Coronavirus pada bagian organ pencernaan tubuh, usus.
Anjing yang mendapat diagnosis dokter hewan terserang Canine Coronavirus, mudah menularkan infeksi pada anjing sehat.
Ciri-ciri anjing terserang Canine Coronavirus (hewan liar dan peliharaan), sering tidak menunjukan gejala awal dan menghilang secara tiba-tiba.
Anjing usia kecil dan masih muda, memperlihatkan beberapa gejala muntah, diare, dan dehidrasi. Langkah pertolongan awal sebelum dibawa ke dokter hewan, Anda dapat memberi mereka cairan pengganti tubuh bersifat elektrolit.
Penanganan medis selanjut jika Anda menduga anjing mengalami Canine Coronavirus, segera membawa mereka ke dokter hewan.
Canine Distemper
Canine Distemper salah satu jenis penyakit yang perlu diwaspadai pemilik hewan peliharaan. Anjing yang menderita penyakit ini akibat penularan virus melalui antar hewan dan dimungkinkan sirkulasi udara yang buruk.
Canine Distemper adalah penyakit yang belum ditemukan obat penangkalnya, langkah terbaik mencegah anjing tertular dengan memberikan vaksinasi.
Anjing yang terinfeksi Canine Distemper mempunyai kecenderungan ciri-ciri di bagian badan. suhunya menjadi tinggi.
Perubahan kebiasaan lainnya pada anjing adalah selera makan menjadi menurun yang disertai tanda lain seperti mata merah, hidung berair tidak normal, diare, dan muntah.
Jika Anda curiga anjing Anda mengidap distemper, segera hubungi dokter hewan. Disarankan untuk memberitahu dokter hewan tentang dugaan Canine Distemper, agar tidak menulari anjing lain.
Canine Hepatitis
Canine Hepatitis jenis penyakit yang ketiga yang bisa diderita anjing yang tidak dirawat kebersihannya.
Canine Hepatitis dikenal sebagai Penyakit Rubarth yang hampir sama dengan penyakit Canine Distemper.
Penularan virus penyebab Canine Distemper terjadi karena feses, urin, darah dan air liur yang terkontaminasi satu hewan menular ke hewan lain.
Gejala yang bisa terjadi pada anjing, mereka akan mengalami perubahan suhu menjadi tinggi, batuk, kehilangan nafsu makan, depresi, muntah, gusi pucat dan sakit perut.
Dugaan lainnya mirip seperti gejala penyakit kuning karena menginfeksi hati dan ginjal.
Jika Anda curiga anjing terjangkit hepatitis, segera hubungi dokter hewan. Anjing yang terinfeksi disarankan tidak bersentuhan dengan anjing lain dan segera membersihkan kotorannya.
Canine Influenza
Berbeda dengan penyakit umum anjing diatas, Canine Influenza jenis virus yang menginfeksi anjing sehat dengan cara menular dari udara.Anjing yang mengalami Canine Influenza dapat batuk dan menularkan virus ke anjing sehat dari jarak dekat.
Beberapa gejala lain anjing yang terinfeksi Canine Influenza, mereka akan batuk, bersin, hidung keluar air, dan dimungkinkan kesulitan bernafas jika ada penyumbatan saluran pernapasan.
Ciri lain yang menyertai anjing mengalami Canine Influenza akan menunjukkan gejala demam yang naik turun, kehilangan nafsu makan, dan akan tampak lesu tidak bersemangat.
Canine Parainfluenza
Canine parainfluenza mempunyai kemiripan dengan Canine Influenza, yakni sejenis penyakit virus yang mengganggu saluran pernapasan anjing.Cara penularan Canine Influenza melalui kontak dengan anjing yang terinfeksi, pemakaian mangkuk secara bersama-sama, dan tempat tidur yang tidak bersih.
Jenis penyakit sejenis Canine Influenza mudah menular kepada anjing sehat.
Cara pencegahan penularannya, hewan biasanya dikarantina di lokasi khusus dengan pemberian obat antibiotik sesuai anjuran dokter hewan.
Gejala umum penyakit anjing Canine Influenza: Batuk, demam, keluarnya cairan hidung, kehilangan nafsu makan, dan kekurangan energi.
Kennel Cough
Jenis penyakit lain yang dapat dialami anjing adalah Kennel Cough yang umum dengan sebutan trakeobronkitis.
Kandang yang tidak bersih dan dan kesehatan hewan tidak terjaga, mereka rentan tertular dari udara.
Beberapa gejala anjing yang terserang penyakit Kennel Cough, kondisi umumnya akan batuk kering yang terkadang disertai bunyi aneh yang keluar saat bernapas.
Hal lainnya, mereka dapat memperlihatkan respon muntah. selera makan makan turun dan tampak lesu.
Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri dan biasanya tertular dari air yang terkontaminasi,Cara efektif mencegah anjing Anda menderita penyakit Leptospirosis dengan membatasi anjing bermain di tempat yang tergenang air yang sudah diketahui banyak hewan liar, seperti tikus, babi, dan sapi. Cara penularan Leptospirosis adalah urin yang dibuang secara sembarangan dan menyebabkan air menjadi terkontaminasi.
Anjing mengalami Leptospirosis akan menunjukan beberapa gejala, seperti suhu tinggi, kehilangan nafsu makan, muntah, lesu, depresi, nyeri otot, diare dan muncul darah saat mereka membuang air urin.
Penyakit ini menurunkan fungsi dan kinerja hati dan ginjal.
Parvovirus
Canine parvovirus menyebar dan menular dengan metode dari poop anjing yang terinfeksi, mangkuk makanan dan air, pakaian dan karpet.
Cara pencegahan yang paling baik adalah memberikan vaksinasi pada anjing karena parvovirus mudah menular dan bertahan hidup dengan menempel pada benda selama berbulan-bulan.
Anjing terinfeksi Parvovirus dapat terlihat kehilangan nafsu makan, lesu, muntah terus-menerus dan diare berdarah.
Rabies
Penyakit rabies cukup banyak diberitakan berita dan media. Selain anjing, hewan lain memiliki resiko yang sama tinggi terhadap penularan rabies.
Umumnya, penularan rabies berbahaya jika tidak mendapat penangan medis kesehatan secepatnya.
Hewan yang terinfeksi seperti rubah, kucing, kelelawar dan hewan yang dimungkinkan menjadi induk, menularkan rabies dengan cara menggigit.
Luka akibat gigitan hewan tersebut, sebagian air liur hewan masuk dalam jaringan darah korban.
Gejala yang terjadi pada korban yang digigit hewan terinfeksi rabies, akan mengalami tubuh dengan suhu tinggi, kejang, kelumpuhan, rahang yang tidak bisa menutup, ketidakmampuan menelan, koordinasi syarat kacau, mengalami rasa malu hingga agresi. Ciri umumnya yang terlihat pada perubahan, munculnya busa di mulut.
Menjaga kebersihan kandang, membatasi gerakan anjing ditempat yang tidak diketahui dan menjaga mereka bermain di tempat yang sudah diketahui banyak tikus dan hewan lain, salah satu cara efektif pencegahan.
Beberapa bagian penting lain adalah pemberian vaksinasi secara terjadwal, sebelum mereka terkontaminasi penyakit-penyakit tersebut.