Kucing yang sedang sekarat dan mengetahui memasuki proses sebelum kematian datang, menunjukkan beberapa tanda fisik agar pemiliknya dapat mempersiapkan diri kemungkinan situasi yang terburuk.
Kebiasaan kucing menghadapi kematian dinilai sebagian masyarakat punya keunikan yang berbeda dengan makhluk lain. Meski demikian tidak secara keseluruhan hewan peliharaan ini akan melakukan hal yang sama dengan tanda fisik dan gejala sejenis.
Tanda Fisik Kucing
Kucing akan memberi tanda tertentu pada pemilik dan anggota keluarga yang dekat dengan mereka. Dalam tahapan tersebut, mereka dapat mengalami sekarat dini atau sekarat aktif.
Gejala kucing yang sedang sekarat dini, cara bernapas hewan ini menjadi tidak stabil. Terkadang cepat, melambat dan terdengar suara dari proses pernapasan mereka. Kucing tersebut dimungkinkan terengah-engah saat menahan sakit yang dialami.
Tanda fisik lain pada kucing yakni bagian bulu yang mulai terlihat berantakan tidak rapi. Pada kucing bulu panjang, mantel tersebut dapat mengumpal dan menjadi kusut yang membuat bagian kulit akan ketarik mengikuti alur kekusutan.
Menurunnya Kebiasaan
Gejala yang banyak muncul pada kucing yang akan mati adalah perubahan kebiasaan hewan peliharaan menjadi menurun. Mereka akan semakin terlihat kotor dengan kotoran yang menempel di bulu dan ekor, jika pemiliknya jarang membersihkan kandang dan ruangan. Kotoran yang menempel cenderung di bagian ekor seperti poop dan bekas urin.
Kebiasaan lain terlihat pada kucing adalah selera makan berkurang hingga benar-benar tidak memakan makanan dan minuman yang Anda sediakan.
Mereka seringkali terlihat gelisah sehingga menganggu jam tidur akibat ketidaknyamanan yang terasa. Masuk hari-hari terakhir, kebiasaan tidur mereka cenderung meningkat akibat oksigen dalam darah berkurang.
Tanda Kucing Sekarat dan akan Mati
- Hewan tidak mampu berdiri atau bergerak secara mandiri
- Gusi akan berubah warna, dari merah muda menjadi keabu-abuan bercampur biru
- Kucing mulai memakai cara bernapas dengan mulut yang dibuka
- Denyut jantung kucing akan menurun dari angka 130-240 per menit
- Kucing yang sekarat akibat mengonsumsi makanan mengandung racun, cenderung mengeluarkan bau dan aroma
Cara Perawatan Kucing Sekarat
Cara perawatan kucing yang sekarat perlu Anda ketahui membuat hewan menjadi nyaman sehingga rasa sakit tidak terlalu besar.
Rasa sayang Anda pada kucing yang sudah terjalin lama akan memberi emosi psikologis dalam cara perawatan bagi mereka.
Kucing yang akan mati dan mengalami sekarat, tidak mengetahui kemungkinan terburuk yang bisa mereka alami. Hewan kucing saat sakit atau sekarat, mempunyai mekanisme pertahanan diri untuk bersembunyi di tempat yang sepi untuk menghindar bertemu predator.
Rasa sakit yang dirasakan kucing membuat mereka menjadi tidak enak badan dan belum ada obat bebas yang aman untuk mereka konsumsi mengurangi rasa sakit. Konsultasikan bersama dokter hewan untuk memastikan perawatan medis yang tepat sehingga kucing tetap nyaman.
Hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kucing tetap nyaman yang lain seperti:
Menyediakan waktu berbicara dengan lembut kepada mereka. Kucing tertentu bisa bersembunyi di tempat tertentu untuk menyendiri dan Anda perlu menghargai keinginan mereka.
Jika kucing cenderung memilih bersembunyi atau bersikap ingin sendirian, pemilik dapat mengawasi dari kejauhan sehingga tidak menganggu kenyamanan mereka. Pemilik yang berbicara kepada kucing masih bisa dilakukan karena indera pendengaran tetap berfungsi.
Kucing sedang sakit dan sekarat tidak mempunyai kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya, pemilik dapat menutup tirai dan menyediakan tempat yang tenang dari keramaian. Langkah lainnya adalah buat suhu ruangan menjadi nyaman untuk mereka.
Cara Membuat Kucing lebih Nyaman Menjelang Hari Terakhir
Siapkan tempat untuk tidur yang nyaman dengan lapisan kain
Pilih tempat yang tenang dan tidak berisik
Tempat makanan dan minuman diletakan dekat mereka
Tidak memaksakan kucing untuk makan atau minum
Menjaga kebersihan dari kotoran dan air urin
Berbicara dengan kalimat lembut
Tidak melakukan perubahan besar pada ruangan
Tanda Perilaku saat Kucing akan Mati
Perilaku kucing yang sekarat dapat menjadi sering tidur dan mendengkur untuk mengatasi sakit dan membuat diri nyaman. Cara tersebut salah satu upaya hewan peliharaan memperkuat otot dengan pelepasan endorfin mengurangi rasa sakit.
Kucing yang akan mati mulai menunjukkan sikap kebiasaan yang berbeda dengan keseharian. Mereka yang semula aktif bergerak, memanjat dan menyambut kedatangan Anda, dapat bersembunyi ditempat yang dianggap nyaman dan sepi.
Perubahan perilaku kucing tersebut menjelang hari-hari akhir, mereka bisa pergi meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih nyaman. Tempat yang cenderung dicari seperti tempat gelap dengan suhu cenderung dingin.
Jika Anda yakin mereka masih berada dalam rumah, cobalah mencari mereka pada bawah tempat tidur, gudang dan tempat yang bisa menjadi persembunyian karena didukung suasana tenang dan tidak berisik.
Kebiasaan perilaku lain pada kucing dapat melewatkan makanan yang tersedia karena selera makan yang hilang. Jika Anda sudah mencoba membujuk dengan benar agar mereka mau makan, saat kucing tidak antusias memakannya, bisa menjadi tanda awal kemungkinan terburuk.
Beberapa kemungkinan lain adalah resiko kejang yang mereka alami. Oleh karenanya, sediakan tempat yang nyaman dan aman untuk mereka tinggali.
Kucing sedang sekarang dapat mengalami penurunan pada indera penglihatan. Saat pemiliknya sering melihat mereka banyak menabrak benda dan dinding, sebaiknya lebih banyak memberikan waktu untuk mereka.
0 Comments