![]() |
Kredit: merawatkucingxyz.blogspot.com |
Gejala Konjungtivitis
Gejala konjungtivitis dapat terjadi pada hewan peliharaan. Kucing yang mengalami gangguan kesehatan di bagian matanya, sering terlihat menyipitkan mata hingga mengeluarkan cairan lendir dengan warna yang berbeda-beda. Tanda lain yang terlihat dari konjungtivitis, ketika mata kucing merah
Beberapa warna yang sering terlihat sebagai lendir dan berair tersebut, dapat kemerahan gelap, hijau, keabuan hingga jernih seperti air mata. Pada beberapa ras kucing murni yang lebih spesifik seperti Persia - Himalaya, bahkan bisa berwarna kehitaman yang biasanya disertai tanda lain, yakni peradangan membuat seperti bengkak.
Penyebab lain mata kucing merah dan bengkak
Tumor
Naluri yang dimiliki kucing mengejar, menangkap dan memakan hewan pengerat seperti tikus, dapat menyebabkan tumor. Tanda umum yang terjadi setelah memangsa tikus yang terinfeksi bakteri, misalnya mata menjadi merah dan bengkak yang disertai air mata.
Debu dan kotoran
Merawat kucing sangat perlu menjaga kebersihan tubuhnya. Pada beberapa ras kucing murni seperti Persia, merupakan trah yang rentan terganggu kesehatannya jika debu dan kotoran yang menempel di matanya tidak dibersihkan. Mereka sering merespon dengan mengeluarkan air mata untuk mengeluarkan debu dan kotoran. Lelehan yang menumpuk, lama kelamaan mengeras memicu mata kucing menjadi merah dan bengkak.
Kelainan genetik
Kelahiran anak kucing yang berusia kecil, pada minggu-minggu awal hingga masa dewasanya, organ tubuhnya belum terbentuk sempurna. Kucing yang mempunyai kelainan genetik pada struktur wajahnya, dapat menyebabkan mata menjadi berbeda dan membuat mata kucing merah saat dewasa.
Mata asimtetris dikenal dengan bagian salah satu matanya lebih kecil. Salah satu penyebabnya, infeksi bakteri dan membuat bengkak dan terlihat menonjol.
Sebagian besar penyakit mata yang dialami kucing, umumnya infeksi dari penyakit menular yang terdapat pada organisme yang terkontaminasi.
3 Penyebab umum tersebut yakni Feline Herpesvirus-1 (FHV-1), Feline Chlamydia, dan Feline Mikoplasma.
FHV-1 jenis virus yang banyak terdapat di kucing, hampir sebagian besar hewan kucing memiliki FHV-1 ketika berusia kecil dan ada hingga mereka dewasa.
Virus yang menetap di tubuhnya, tidak selalu dalam kondisi aktif hingga kehidupan kucing.
Pengaruh lingkungan, cara perawatan dan faktor lainnya, virus ini menjadi aktif dan menimbulkan masalah baru bagi kucing. Selain stres yang terjadi pada mereka, beberapa faktor lain adalah sistem kekebalan tubuh mereka menurun sehingga virus menjadi aktif.
Ada banyak penyebab yang bisa membuat mata kucing menjadi merah, bengkak dan berair. Peradangan mata terhadap peliharaan bisa muncul karena mereka memiliki kelebihan darah di kelopak matanya (hiperemia) atau menumpuk di pembuluh darah mata (ocular vasculatura).
Cara yang paling baik menemukan penyebab mata kucing merah, segera berkunjung ke dokter hewan untuk memperoleh pemeriksaan lanjut.
Kesimpulan: mata kucing merah memiliki pengaruh yang bisa berlainan antara hewan peliharaan. Peradangan yang muncul pada satu mata atau dua mata, maka diagnosa dokter hewan akan berbeda lagi.
Umumnya penyebab terbesar karena infeksi bakteri. Selain itu mata kucing merah bisa juga karena glaukoma, masalah di bagian mata berupa pendarahan di depan mata hingga di bagian pembuluh syaratnya.