![]() |
(Sumber medcom.id) |
Dikutip dari litbang,depkes.go.id 2010, Zoonosis merupakan penyakit yang bisa menularkan dan menginfeksi dari hewan vertebrata ke manusia, dan sebaliknya.Diperkirakan terdapat lebih dari 60% penyakit seperti infeksius yang dialami manusia, masuk kelompok zoonosis.
Tanda Leptospirosis
![]() |
(Sumber cnnindonesia.com) |
Tanda Leptospirosis ketika menular pada manusia, umumnya terlihat seperti penyakit biasa. Beberapa keluhan yang sering muncul seperti flu dan pada kasus yang lebih serius menyebabkan masalah pada hati dan ginjal.
Variasi gejala yang dialami penderita dimungkinkan berbeda, namun sebagian besar akan merasakan beberapa gangguan kesehatan, seperti deman tinggi, diare, muntah, mata kemerahan, sakit otot yang nyeri, muncul ruam hingga sakit di bagian kepala.
Kemampuan bakteri Leptospira bertahan hidup ketika ada di lingkungan lembab dan hangat bisa beberapa bulan sampai menemukan tempat baru. Cara masuknya bakteri Leptospira ke dalam tubuh melalui luka terbuka, tekstur kulit yang lembut akibat terendam air atau menelan air yang terkontaminasi.
Penderita yang mengalami gejala lebih dari satu tanda diatas dan mungkin pernah berada dalam air atau memiliki luka terbuka, disarankan melakukan kunjungan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lengkap.
Keterlambatan penanganan Leptospirosis lebih dari 1-2 minggu sejak gejala pertama terasa, rentan menyebabkan bahaya lain seperti gagal ginjal, perubahan warna kulit dan mata menguning, detak jantung tidak stabil hingga peradangan selaput otak.
Penyebab Leptospirosis
![]() |
(Sumber tribunnews.com) |
Penyebab Leptospirosis yang utama bersumber dari bakteri Leptospira yang hidup di air, tanah dan tempat yang mungkin mereka hidup. Beberapa cara penularan Leptospirosis terjadi ketika hewan pengerat seperti tikus terinfeksi karena terpapar air atau tanah yang terkontaminasi. Penularan Leptospirosis dari tikus kepada hewan lain dimungkinkan saat tikus buang urin dan terminum atau menempel pada luka terbuka. Jenis hewan lainnya seperti anjing, kucing, sapi, babi dan satwa liar, termasuk kelompok hewan yang bisa terinfeksi. Hal lainnya yang mendorong Leptospirosis mudah menular, daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan iklim hangat.
Kecenderungan Leptospirosis Pada Peliharaan
Hewan peliharaan yang dirawat memiliki tingkat penularan berbeda tiap kelompoknya. Ras anjing dilaporkan lebih sering terjangkit Leptospirosis, sementara kucing bisa terjadi namun tidak terlalu banyak. Beberapa penyebab peliharaan anjing menderita Leptospirosis, salah satunya membiasakan mereka bermain air yang tidak diketahui kebersihannya.
Lingkungan tempat genangan air dengan kehadiran hewan pengerat seperti tikus dapat membuka peluang tersebut makin besar dan sebagian besar menular menularkan melalui kontak dengan kotoran dan hewannya secara langsung.
Tanda anjing mengalami Leptospirosis
![]() |
(Sumber pixabay.com) |
Tanda anjing menderita Leptospirosis dapat berbeda antara satu ras dengan yang lainnya. Bahkan beberapa ras anjing yang terinfeksi seringkali tidak menunjukan respon dari gangguan kesehatan. Sementara pada hewan peliharaan lain, anjing dapat menunjukkan respon ringan dan pulih secara tiba-tiba.
Tanda Leptospirosis terhadap Anjing
- demam tinggi
- perilaku terlihat menggigil kedinginan
- malas bergerak karena nyeri otot
- kecenderungan minum meningkat karena haus
- perilaku buang urin berubah
- mencret
- muntah
- selera makan menurun
Untuk memastikan dugaan Leptospirosis terhadap hewan peliharaan, misalnya mengingat kembali apakah anjing sempat keluar dan bermain serta kembali dalam kondisi basah atau mengalami luka terbuka. Untuk mendapatkan informasi yang sesuai, anjing segera dibawa ke Puskeswan atau Rumah sakit hewan terdekat. Umumnya, dokter hewan akan memeriksa beberapa sampel seperti tes darah, urin dan pemeriksaan menggunakan radiografi (x-ray) dan ultrasound.
Peluang Kesembuhan Leptospirosis
![]() |
(Sumber hewandankita.blogspot.com) |
Leptospirosis yang terdeteksi lebih cepat dan mendapat penanganan medis dari ahli kesehatan, memiliki peluang sembuh sangat besar. Beberapa pengobatan seperti antibiotik dan cara merawat anjing saat sakit, membuka kesempatan sembuh lebih cepat.
Langkah antisipasi yang perlu Anda pertimbangkan untuk hewan peliharaan, khsusunya anjing. Lakukan vaksin secara berkala sesuai rekomendasi dokter hewan, yang umumnya setiap 12 bulan sekali untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri Leptospira.
Cara Mencegah Leptospirosis Kepada Manusia
- Hindari kontak langsung urin
- Saat membersihkan urin, gunakan sarung tangan sebagai pelindung
- Membiasakan anjing buang urin, jauh dari genangan air di luar rumah
- Selalu menjaga kebersihan setelah menyentuh hewan.