Header Ads Widget

}

Viral Pemilik Hewan Peliharaan Terinfeksi pneumonia dari jilatan, bagaimana gejalanya?

Hewan peliharaan menjadi teman sekaligus sahabat terbaik untuk pemilik yang merawatnya. Jenis yang populer sebagai peliharaan selain kucing, anjing mempunyai jumlah yang cukup banyak di seluruh dunia. Umumnya majikan bermain bersama mereka dengan berbagai cara, mulai dari permainan lempar bola, berjalan bersama hingga bercengkrama dalam ruangan.

Dikutip dari laman Daily Mail yang dilansir dari worldofbuzz, belum lama ini viral pria (63) dari Inggris mengalami peristiwa yang tak terduga, ia meninggal dunia diduga terinfeksi pneumonia, gangren dan demam 41 derajat celcius. Diperkirakan majikan sempat dijilat hewan peliharaan dan tertular infeksi bakteri dari bakteri capnocytophaga canimorsus.

Sosok pria yang sempat mendapat perawatan dari rumah sakit selama 2 minggu dengan didiagnosa pneumonia, beberapa gejala lain yang dialaminya seperti Selain demam tinggi, sulit bernapas normal dan beberapa tanda kesehatan lain. Diduga gangguan medis yang dialami tersebut akibat infeksi bakteri capnocytophaga canimorsus.

Gejala dan Penyebab Gangrene


Umumnya gejala dan tanda Gangrene bergantung kondisi dimana tempat gangguan kesehatan tersebut terjadi. Beberapa bagian yang cukup umum berkembang akan menunjukan reaksi sebagai berikut:


  • Pada gangren kering, kulit keras dan hitam atau keunguan. Pada tahap awal, kulit mungkin pucat dan mati rasa atau sakit.
  • Pada gangren basah, area yang terkena akan bengkak dengan cairan yang keluar; dan daerah itu mungkin merah dan hangat dengan bau busuk.
  • Gas gangrene menyebabkan rasa sakit yang hebat, demam, dan kulit akan berderak seperti bungkus gelembung saat ditekan.
  • Gangren Fournier akan menyebabkan kemerahan dan pembengkakan di area genital. Pasien-pasien dengan gangren yang mempengaruhi organ-organ internal seperti kantong empedu atau usus-usus biasanya akan sangat sakit dengan demam, tekanan darah rendah, dan rasa sakit yang hebat.


Penyebab gangren terjadi akibat dorongan darah merah tidak mampu mencapai jaringan yang memerlukan sebagaimana saat kondisi normal. Akibatnya, selain aliran darah tidak berjalan maka oksigen tidak terkirim dan mempengaruhi sel dalam jaringan. Beberapa hal umum yang bisa menjadi aliran darah terhenti, diantaranya trauma, kemampuan tubuh menyembuhkan luka tidak baik dan infeksi.

Bakteri yang menginfeksi dapat ditularkan melalui berbagai cara, misalnya dengan gigitan dan kemungkinan lainnya dari jilatan. Menurut sumber dalam kasus yang terjadi pada pria tersebut, disebutkan tidak pernah digigit namun sering dijilat oleh anjingnya.Dalam keterangan disampaikan ke media, pria tersebut didiagnosis menderita sepsis yang membuat keadaan kesehatan lebih serius ketika berobat.

Salah satu cara yang disarankan dokter berdasarkan peristiwa ini, mengimbau pemilik hewan peliharaan lainnya tidak mengabaikan gejala flu atau tanda penyakit lainnya untuk membatasi dari kemungkinan infeksi virus dari hewan peliharaan akibat tergigit atau dijilat saat bermain di bagian tertentu, khususnya luka terbuka.

Diungkapkan juga, jenis bakteri capnocytophaga canimorsus kecil kemungkinan bisa menyebabkan sakit pada orang sehat, mereka menjadi beresiko menyebabkan gangguan kesehatan untuk orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh sedang lemah atau drop.

Gejala dan Penyebab Pneumonia


Dikutip dari vcahospitals.com menjelaskan, Pneumonia adalah gangguan kesehatan yang diakibatkan terjadi peradangan paru-paru dan saluran udara (bronkus dan bronkiolus) bagian bawah.

Ketika jaringan dan sel memberi respon peradangan karena terjadinya iritasi, cedera atau infeksi, sebagian besar dapat dialami anjing akibat dari jenis bakteri tertentu.

Anjing atau hewan peliharaan yang menderita bakteri Pneumonia akan menunjukkan beberapa tanda sebagai berikut:

  • demam tinggi
  • kesulitan bernapas
  • mudah lelah
  • malas bergerak dan menjadi lesu
  • timbul batuk


Beberapa tanda lain yang bisa terjadi pada mereka, seperti cairan yang keluar dari hidung, cara bernapas yang berlangsung cepat (tidak normal), berat badan menurun cepat, mudah haus, dan dehidrasi.

Disarankan hewan peliharaan tersebut di bawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter hewan untuk mencegah resiko yang lebih buruk, sekaligus mencegah penularan kepada anggota keluarga.



Post a Comment

0 Comments