![]() |
(Kredit gambar razanhafidz.wordpress.com) |
Dikutip dari beberapa sumber dan media sosial, sebagian menerangkan cara mengusir ular kobra agar tidak masuk rumah dengan taburan garam hingga pengobatan luka bekas gigitan satwa tersebut, menerangkan dapat dilakukan dengan bawang merah.
Bagaimana fakta tentang hal tersebut apakah benar demikian, tentu perlu pasti sehingga tidak menjadi mitos saja.
Sejumlah penampakan ular kobra di beberapa wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah ketika ditangkap dalam jumlah puluhan, cukup mengagetkan sebagian masyarakat umum.
Kemunculan anak ular kobra karena perubahan musim kemarau ke musim hujan, umumnya pengaruh masa musim kawin, bertelur, dan menetas untuk berkembang biak secara mandiri.
Menurut Ketua Animal Owner Sociaty (OAS), Wanda Ariesta, kehadiran anak ular kobra dalam usia bayi tersebut, memiliki bahaya yang sama seperti ular dewasa.
Wanda menerangkan, bayi ular kobra saat gigitan dan semburan yang mengenai kulit terluka, efeknya seperti yang terjadi dari ular kobra dewasa.
Ular tidak takut garam
Dalam keterangan yang disampaikan ke media, Wanda mengungkapkan, viralnya cara mengusir ular kobra menggunakan taburan garam hanyalah mitos dan tidak terbukti benar.
Menurutnya, garam yang ditaburkan di tempat seperti pintu masuk maupun pekarangan untuk mencegah mereka masuk hanya mitos.
Wanda menjelaskan untuk mengusir ular kobra yang benar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat. Diantaranya:
- meletakkan pengharum ruangan
Ular menyukai suhu udara lembab dan sebagian tempat seperti pojok sebagai lokasi bersembunyi. Tempat yang diperkirakan tersebut bisa diletakkan pengharum ruangan, seperti kamar mandi sehingga tidak menjadi lembab dan dihindari mereka.
- memperhatikan kebersihan
Cara menjaga tempat terbebas dari lembab dan pengab, salah satu cara yang dapat dipakai untuk mencegah menjadi sarang bersembunyi ular kobra dengan lingkungan bersih.
Misalnya merapikan tumpukan sampah yang berserakan, serta beberapa bagian rumah yang mungkin dimasuki ular, seperti saluran air dan jenis saluran lain yang memiliki suhu lembab.
- menggunakan kamper atau kapur baru
Kamper dan kapur barus sudah dikenal sebagian masyarakat yang memiliki fungsi untuk mengharumkan ruangan atau mengusir serangga kecil.
Aroma kamper yang tajam diyakini dapat mencegah kedatangan ular kobra.
Viral Bawang Merah Mengobati Gigitan Ular Kobra, fakta atau hoax?
Sementara di media sosial belum lama ini, kemunculan cara pengobatan bekas gigitan ular kobra dapat dilakukan dengan bawang merah.
Informasi yang dibagikan di media sosial Facebook tersebut menjelaskan, caranya dengan mengunyah bawang merah beserta kulitnya hingga halus, kemudian ditempelkan di bekas gigitan ular kobra.
Dikutip keterangan dari Pakar Toksonologi dan Bis Ular, Dr. dr. Tri Maharani, M.SI.SP.EM menjelaskan bahwa cara mengobati luka bekas gigitan ular kobra yang viral tersebut adalah hoax.
Menurutnya, cara tersebut salah dan akan mempertaruhkan nyawa jika pengobatannya salah.
Dr. dr. Tri Maharani, M.SI.SP.EM menerangkan step pertama yang perlu dilakukan korban saat tergigit bisa ular kobra, tetap tenang dan tidak melakukan gerakan berlebihan.
Cara lain dengan menggunakan bidai di area bekas gigitan agar bisa tidak menyebar lebih luas ke tubuh korban.
Selanjutnya, segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat atau pusat pelayanan kesehatan untuk mendapat pengobatan secara medis.
Hal yang tidak boleh dilakukan akibat gigitan ular
- tidak menghisap, memijit dan menyedot racun ular kobra yang terdapat di bagian luka ataupun mengoleskan dengan obat herbal.Penanganan korban akibat gigitan ular kobra harus dilakukan secara medis sehingga kemungkinan resiko yang lebih serius dapat di cegah.
Ia menyebutkan, kunyahan bawang yang ditempelkan pada bekas gigitan ular kobra tidak bisa membuat luka bengkak menjadi kempes, seperti yang dituliskan dari media sosial tersebut.
0 Comments