Header Ads Widget

}

Mitos atau Fakta, Anak Kucing dan Anak Anjing Sering Berantem?

Suatu ketika saya dan adik bertengkar karena masalah yang mungkin sepele. Peristiwa yang berlangsung saat masih usia kecil tersebut, seolah-olah ada saja yang bisa menjadi penyebab kami berantem. Orang tua kami saat mengetahui seringnya kakak beradik bertengkar, tiba-tiba mengatakan persis seperti anak kucing dengan anak anjing, sambil menerangkan kedua hewan berbeda ras tersebut sering ribut untuk masalah yang terlihat sepele.

Namanya anak kecil, saat itu saya kurang paham maksud dari perkataan orang tua kami itu. Setelah berusia hampir 50 tahun, entah kenapa jadi teringat lagi soal anak kucing dan anak anjing disebut sering berantem.

Aneh! Mungkin bisa ya, bisa juga menjadi pertanyaan lain dari diri saya, yang kebetulan menulis blog tentang hewan di hewandankita.blogspot.com ini.

Yang menjadi penasaran saya saat menulis judul anak kucing dengan anak anjing sering berantem, itu mitos atau fakta?

Rasa penasaran untuk mencari kebenaran tentang mitos atau fakta bahwa anak kucing dan anak anjing yang berada di tempat yang sama, katanya cenderung berantem.

Dari beberapa penelusuran yang dicari lewat mbak Google sebagai gudangnya ilmu, ada beberapa jawaban yang bisa didapat menjawab keingintahuan saya.

Ada satu jawaban yang lucu dan mungkin sebagai banyolan. Menurut yang menjawab, hal tersebut disebabkan anak kucing mengatakan kepada anjing bahwa dia adalah anak anjing. 

Anak anjing yang sedang sensi dibilang seperti itu tak terima dengan ucapan anak kucing, sehingga membuat keduanya sering tak akur jika bicara asal usul orang tuanya. 

Jawaban lucu lainnya ada juga mengatakan mereka sering berkelahi dan bertengkar karena mereka masih anak-anak.
"ya... namanya anak-anak," sebuah tulisan singkat yang lain.
Jawaban kocak lain menduga penyebab anak kucing dengan anak anjing bertengkar akibat dari anak kucing tersebut tidak mau mengajari anak anjing caranya manjat pohon.

Mitos atau fakta anak kucing dan anak anjing sering berantem banyak dijawab netizen dengan candaan. Masih penasaran dengan jawaban ilmiah yang lebih masuk akal, penulis menelusuri jawaban logika lain.

Ada penyebab yang menjadi alasan anak kucing dengan anak anjing sering berantem, yakni:

-perbedaan bahasa tubuh dari anjing dan kucing mengekspresikan perasaan. Misalnya ekor anjing yang bergerak menandakan mereka mengekspresikan persahabatan, berbeda dengan insting alamiah kucing jika ekor mereka bergerak menandakan sedang marah. Ekor kucing yang digerakan bisa juga untuk membuat takut musuh atau siapapun yang dianggap ancaman. Sehingga kucing saat melihat ekor anjing bergoyang-goyang bergerak, kucing menjadi waspada dan menilai anjing marah.

-naluri alamiah sebagai pemburu. Ras anjing dan ras kucing terkenal sebagai hewan pemburu. Ketika mereka bertemu maka cenderung berlarian dan aktif.

-perbedaan cara hidup. Aktivitas anjing dan kucing punya perbedaan cukup jauh sebagai hewan kelompok dengan hewan mandiri. Kucing memiliki keinginan hidup mandiri yang lebih besar dibanding anjing sehingga terlihat jarang berkelompok dengan kucing lain. Ras anjing meski berbeda dapat dilatih untuk akur dengan anjing ras lain.

Anjing cenderung punya kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan manusia dan hewan lain jika diajari sejak kecil. Kucing lebih sulit dan butuh lama karena gaya hidup senang yang mandiri.

Salah satu contoh saat anjing ingin berinteraksi, mereka akan mengendus mendekati sesuatu. Sementara kucing tak suka diendus.

Namun anak kucing dengan anak anjing sebenarnya bisa akur. 

Caranya saat masih usia masih kecil beberapa minggu, mereka sudah terbiasa hidup bersama sehingga saling memahami perilaku, kebiasaan, dan aroma tubuh hewan lain.

Berbeda jika mereka disatukan dalam tempat yang sama saat usia dewasa dan sudah besar, mereka cenderung bertengkar karena tidak saling mengenali kebiasaan dan aroma khas.

Untuk mendamaikan anjing dan kucing usia dewasa memerlukan pelatihan. Anda dapat membaca tulisan berikut ini. Apakah anjing dan kucing bisa berteman?

Penyebab Anak Kucing dan Anak Anjing Bertengkar yang lain

Salah satu penyebab lainnya bisa membuat anak kucing dan anak anjing bertengkar adalah pola asuh yang salah atau kondisi lingkungan keduanya tidak mendukung.

Maksud saya begini, anak kucing dan anak anjing yang hidup dipelihara majikan di rumah, jika tak memiliki teman sepermainan, baik itu anak kucing atau anak anjing lainnya, mereka cenderung mengigit sangat keras.

Terbentuknya perilaku anak kucing dan anak anjing tanpa saudara sepermainan saat kecil mengalami kesulitan mengira seperti apa bermain dengan hewan lain saat masa kecil.

Oleh karena itu, cara merawat anak kucing atau anak anjing yang tepat sebaiknya ada teman sepermainan untuk mereka sehingga bisa mengukur dan belajar bermain yang benar.

Menurut Anda, apakah ada penyebab lainnya menjadi alasan anak kucing dan anak anjing sering bertengkar?
Atau menganggap sebuah mitos?



Post a Comment

0 Comments