Meningkatnya ruang lingkup dunia pergaulan di kalangan anak dan remaja pada jaman modern seperti sekarang ini, menjadi semakin luas dibanding era yang terjadi sebelumnya. Kemudahan akses digital dan teknologi informasi sampai media visual, berdampak positif jika ditinjau dari sudut pandang pengetahuan. Namun ditengah derasnya akses informasi yang didapat anak dan remaja dari media sosial dan tayangan yang kurang tepat, menjadikan resiko semakin tinggi dan perlu sikap antisipasi dari berbagai manusia dewasa pada faktor resiko dan protektif.
![]() |
Kredit foto:artikeldaninformasi.com |
Contoh Faktor Resiko dan Protektif pada Anak dan Remaja
Salah satu contoh pengaruh negatif bagi anak dan remaja modern saat ini, beberapa penelitian yang berlangsung selama dua dekade terakhir menunjukkan pola peningkatan kenakalan anak hingga remaja.
Misalnya, keterlibatan anak dan remaja pada penyalahgunaan obat dan zat yang dilarang undang-undang di dunia modern. Pengaruh faktor resiko dan protektif dalam antisipasi sebagai perlindungan awal, perlu dikurangi dan dicegah melalui pengenalan tanda awal yang mungkin mulai berubah pada mereka.
Berikut rangkuman dari faktor resiko dan protektif secara Umum
Faktor Risiko dan Protektif Pencegahan Kekerasan pada anak dan remaja
Contoh faktor risiko dan protektif pada anak dan remaja yang bervariasi dan berbeda, pada umumnya terjadi dari pengaruh berbagai penyebab dan akibat. Beberapa contoh kenakalan yang bisa berlangsung, terkait dengan bully, pelecehan sampai kepada penelantaran anak dalam keluarga. Selain itu, timbulnya permasalahan mungkin bukan disebabkan satu penyebab dan bisa disertai pemicu lain.
Kombinasi yang terjadi dapat meliputi dari faktor individu, komunitas, dan sosial yang punya kontribusi meningkatnya risiko bully, pelecehan dan penelantaran anak. Meskipun anak-anak tidak menyadari bahaya yang menimpa mereka, faktor-faktor yang ditemukan cenderung meningkatkan risiko mereka mengalami peristiwa yang tidak diinginkan bersama.
Faktor Risiko yang bisa terjadi pada anak dan remaja
- Anak-anak usia sekolah
- Anak kebutuhan khusus yang dapat meningkatkan beban pengasuh (misalnya, kecacatan, masalah kesehatan mental, dan penyakit fisik kronis)
- Kurangnya pemahaman orang tua terhadap kebutuhan, perhatian perkembangan anak dan ketrampilan parenting
- Sejarah orang tua terhadap bully, pelecehan dan atau penelantaran anak
- Penyalahgunaan zat atau masalah kesehatan mental termasuk depresi dalam keluarga
- Karakteristik orang tua saat usia muda, pendidikan rendah, single parent, banyak tanggungan anak, dan pendapatan rendah
- Anak yang diasuh dan dirawat oleh pengasuh bukan dari ayah dan ibu kandung
- Pola pikir dan emosi orang tua yang cenderung mendukung atau membenarkan perilaku penganiayaan terhadap anak dan remaja
Faktor Risiko dalam Keluarga
- Isolasi sosial
- Tekanan keluarga, perceraian, dan kekerasan, termasuk kekerasan yang digunakan dalam keluarga
- Stres pengasuhan, hubungan orang tua-anak yang buruk, dan interaksi yang kurang baik
- Faktor Risiko dalam Lingkungan
Kekerasan Lingkungan
- Pengaruh lingkungan yang terjadi secara khusus, seperti tingkat kemiskinan yang tinggi, tingkat pengangguran yang tinggi, dan hubungan sosial yang buruk.
Contoh dari bentuk faktor Protektif pada perilaku Bully, Pelecehan dan Pengabaian Anak dan Remaja
Faktor protektif yang ditingkatkan dapat mengurangi kemungkinan anak-anak menerima bully, dilecehkan atau diabaikan. Mengidentifikasi dan memahami faktor pelindung sama pentingnya dengan meneliti faktor risiko.
Faktor protektif dari keluarga
- Lingkungan keluarga dan jejaring sosial yang mendukung pola pendidikan yang benar
- Dukungan nyata untuk kebutuhan dasar
- Meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak dan remaja sesuai perkembangan jaman
- Hubungan anggota keluarga yang harmonis
- Aturan dalam rumah tangga yang jelas
Peranan orang tua, sekolah, lingkungan yang menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak dan remaja, salah satu faktor penting mencegah timbulnya faktor resiko yang sering terjadi di kalangan anak muda.
Dengan membangun hubungan yang harmonis yang diprakasai orang tua bersama anggota keluarga, selain mengurangi dan mencegah faktor resiko dan protektif pada Anak dan Remaja dari kenakalan dan perundungan, mereka lebih mudah bertumbuh dalam sosial, emosional dan kognitif yang semakin baik.
0 Comments