![]() |
Ilustrasi foto: Pxhere/ mohamed hassan |
Faktor yang mempengaruhi perkembangbiakan pada setiap makhluk hidup di dunia mempunyai proses yang bisa berbeda. Salah satu contoh regenerasi yang terjadi pada hewan, misalnya terjadi pertemuan sel telur yang diproduksi ovarium dan berjumpa sepermatozoa, hingga hadirnya embrio baru sebagai makhluk hidup. Proses pertemuan ini disebut zigot yang selanjutnya masuk fase beranak hingga melahirkan.
Mengenal Tahapan Perkembangan Terbentuknya Embrio Hewan
Periode waktu selama berlangsungnya implantasi pada hewan bergantung dari tiap spesies hewan. Misalnya waktu embrio pada sapi berkisar 12-45 hari, untuk kucing berkisar 6-24 hari dan kuda memerlukan waktu berkisat 12-50 hari setelah fertilisasi.
Fertilisasi yang terjadi pada hewan terbagi menjadi 2 faktor, yakni fertiliasasi eksternal dan internal.
Proses fertilisasi eksternal untuk hewan rata-rata berlangsung pada spesies hewan akuatik. Dimana gamet akan berada di luar tubuh induk sebelum fertilisasi.
Sedangkan fertiliasi internal terjadi pada hewan yang memiliki hidup di darat, yakni berlangsung dalam tubuh betina.
Bagaimana Tahapan Perkembangan Embrio Hewan setiap Tahapnya?
Tahapan dalam periode fase embrio berlangsung pada 3 periode dasar secara berurutan, yakni fase Morula, fase Blastula dan fase Gastrula.
Fase Morula
Pada periode fase Morula ditandai dengan zigot yang membelah diri menjadi beberapa bagian sel. Misalnya dari 1 sel menjadi 2 sel, 2 sel menjadi 4 sel, dan seterusnya hingga mencapai titik maksimal.
Tahapan fase embrio pada hewan bisa berlangsung tidak sama untuk masing-masing spesies, namun proses yang paling cepat melakukan pembelahan berada di bagian vertikal.
Hal ini akibat bagian vertikal memiliki fungsi pada kutub fungsional yang disebut kutub hewan dan kutub vegetatif. Perbedaan dari kedua kutub tersebut dipisahkan area sabit kelabu.
Selanjutnya periode fase kutub hewan (animal pole) dengan kutub vegetatif(vegetal pole) pindah ke bagian horizontal. Dimana dapat melakukan pembelahan sel mencapai hingga 16-64 sel. Pada tahap inilah disebut fase Morula.
Fase Blastula
Tahapan perkembangan embrio hewan dalam fase Blastula berada di area sitoplasma hasil pembentukan fase Morula. Periode fase Blastula, peranan kutub fungsional dan kutub vegetatif sudah maksimal dengan ciri terbentuknya rongga pada kedua kutub tadi. Dengan demikian, perkembangan embrio hewan ditandai dengan terbentuknya rongga yang terletak diantara kedua kutup disebut tahap fase Blastula.
Isi dari rongga yang terdapat diantara kedua kutub ini adalah caftan yang dikenal blastosol. Periode waktu fase Blastula yang mencapai titik maksimal, berpindah ke fase Fastrula.
Fase Gastrula
Memasuki fase Gastrula, embrio perlahan memisahkan diri dengan blastosol. Caranya kutub vegetatif perlahan berpola melengkung ke bagian dalam, sehingga terdapatnya lapisan luar (ektodem) dan lapisan dalam (endoderm).
Ciri-ciri lapisan ektoderm adalah perubahan yang menjadi kulit sedangkan endoderm berubah menjadi saluran tertentu.
Contoh tahapan periode dari lapisan ektodern misalnya jantung, otak, kulit, rambut hingga indera yang terdapat pada hewan.
Contoh tahapan periode dari lapisan endoderm misalnya jaringan pada alat pencernaan, kelenjar dan lain sebagainya.
Selain itu ada juga lapisan lain yang terjadi, misalnya lapisan Mesoderm yang terdapat pada otot hingga tulang hewan.
Demikian tulisan tentang tahapan setiap perkembangan embrio hewan berdasarkan periode awalnya, hingga ditandai dengan terbentuknya rongga yang terletak diantara kedua kutup, semoga bisa bermanfaat.
0 Comments