Habitat hewan amfibi yang terdapat di bumi sebagian besar masuk golongan hewan bertulang belakang yang memiliki kemampuan untuk hidup pada 2 alam berbeda. Lingkungan hidup sebagai cara berkembang biak hewan Vertebrata ini, bisa di daratan atau di air.
![]() |
Ilustrasi foto: Pixabay/jotoya |
Klasifikasi Hewan Amfibi
Urutan taksonomi klasifikasi hewan amfibi memiliki urutan dari terbesar hingga terkecil yang dikelompokkan pada klasifikasi makhluk hidup. Dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), taksonomi adalah cabang ilmu secara khusus mempelajari klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pengelompokan persamaan, ciri-ciri hingga kesamaan habitat hidup dan cara berkembang biak makhluk hidup.
Jika kita mendapat pertanyaan, apa yang dimaksud dengan ciri-ciri hewan amfibi? jawabannya hewan yang bisa hidup di dua alam, yakni di lingkungan daratan maupun di lingkungan perairan.
Klasifikasi Makhluk Amfibi jika diurutkan dari yang terbanyak hingga kelompok yang lebih kecil, yakni:
- Kerajaan: Animalia
- Filum: Chordata
- Subfilum: Vertebrata
- Superkelas: Tetrapoda
- Kelas: Amfibia
- Linnaeus, 1758
Subclasses and Orders
- Ordo Temnospondyli - punah
- Subkelas Lepospondyli - punah
- Subkelas Lissamphibia
- Ordo Anura
- Ordo Caudata
- Ordo Gymnophiona
Contoh Hewan Amfibi
Hewan yang hidup di dua alam daratan dan air di bumi termasuk makhluk hidup cukup beragam. Jika kita hanya mengenal katak atau kodok hingga buaya, diluar dari mereka masih ada beberapa klasifikasi hewan amfibi yang lain.
Contoh dari klasifikasi hewan amfibi misalnya pada Sesilia (Caecilians), salamander macan (tiger samander), kadal marmer (marbled newt), salamander punggung merah (red-back salamander), Eryops yang sudah punah karena hambatan cara berkembang biak dan ciri-ciri hewan amfibi lainnya dengan habitat ciri-ciri seperti makhluk yang hidup di dua alam.
Klasifikasi Hewan amfibi yang ada di Indonesia dan sebagian cara berkembang biak mereka mempertahankan hidup hingga sekarang, misalnya bangsa sesilia, kodok, dan katak.
Ciri-ciri Amfibi
Setelah kita membaca tulisan diatas, sebagian dari kita mungkin mulai paham habitat hewan atau makhluk amfibi mengindikasikan habitat yang bisa berkembang biak dan bertahan hidup pada 2 alam, daratan dan air.
Selain mengenal kemampuan dimiliki amfibi di dua alam tadi, mereka memiliki ciri-ciri yang bisa kita ketahui, diantaranya:
- makhluk amfibi kelompok spesies golongan vertebrata yang mampu melakukan metamorfosis lengkap
- cara amfibi betina berkembang biak meletakkan telurnya di air atau daerah lembab yang dibuahi secara eksternal
- ciri-ciri hewan amfibi memiliki kulit tipis, berpori-pori dan terdapat bulu. Sebagian besar kulit amfibi licin karena mengandung lendir dan terkadang memiliki kelenjar racun
- cara makhluk amfibi mengatur suhu tubuh mereka dilakukan dari luar tubuhnya, misalnya berendam di air
Cara Bernapas Hewan Amfibi
Kehidupan habitat dan ciri-ciri hewan amfibi di dua alam, daratan atau air ternyata memiliki cara bernapas yang berbeda dengan hewan daratan atau hewan yang hanya hidup di air saja.
Misalnya cara berkembang biak katak masih kecil atau berbentuk kecebong di air, mereka bernapas menggunakan mulut. Dengan mulut mereka menghisap air dan mengalirkan air mengandung oksigen melalui insang.
Setelah kecebong menjadi besar dan dewasa menjadi katak, insang yang terdapat dalam dirinya berubah secara alamiah menjadi paru-paru.
Demikian tulisan tentang klasifikasi, habitat dan ciri-ciri Hewan Amfibi, semoga bisa bermanfaat untuk anda.
0 Comments