Header Ads Widget

}

Cara Menghilangkan Aroma Bau Kencing Kucing dan Anjing di Furniture

Proses metabolisme tubuh yang terdapat pada makhluk hidup terus berjalan mencerna sumber makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Sama seperti pada hewan peliharaan yang kita rawat, kucing atau anjing akan terus mengeluarkan urine dan feses di lokasi yang menjadi tempat favorit.

Jika Anda pemilik kucing atau anjing, mungkin masalah klasik yang sering terjadi saat merawat hewan peliharaan adalah kebiasaan mereka membuang air kencing dan pup di sembarang tempat. 

Lokasi yang cukup sulit untuk menghilangkan aroma bau kencing kucing salah satunya adalah perabotan kursi dan furniture dengan lapisan kulit dan sejenisnya.

Seandainya hewan peliharaan tersebut menggunakan tempat yang sudah disediakan oleh majikan, seperti kain, pakaian bekas hingga kertas, masalah aroma bau yang timbul dari air kencing kucing dan anjing dapat diatasi dengan mudah dan cepat.

Sementara beberapa dari bagian seperti kursi dengan dasar kain hingga kulit, air kencing yang terdapat di tempat tersebut sulit dihilangkan dan masih menimbulkan bau yang khas.

Kredit foto: Pexels.com


Cara menghilangkan bau air kencing kucing dan anjing


Pembuangan air kencing atau urine dari kucing atau anjing mengandung protein yang tidak tercerna dan terpakai tubuh mereka dan dikeluarkan dari badan agar tidak menimbulkan racun untuk mereka.

Supaya bau urine yang terdapat pada kursi berlapis kain dan kulit tidak berbau, kita memerlukan alat pembersih yang bisa didapatkan di toko penjual produk kebersihan untuk menghilangkan bau dan noda.

Sarana pendukung yang tak kalah penting untuk kursi dengan lapisan kulit adalah kondisioner yang diformulasi secara khusus untuk furniture kulit.

Tips mencegah bau air kencing hewan di sofa dan kursi kain


Untuk melakukan metode menghilangkan aroma bau air kencing kucing atau anjing, disarankan memiliki pengetahuan dasar untuk bongkar pasang kembali perabotan yang akan dibersihkan. 

Dengan demikian dalam pemasangan kembali, kita tidak mengalami kesulitan untuk menyusun dan merangkai bagian kursi dan sofa sehingga mencegah muncul masalah yang lain.

Alternatif untuk bongkar pasang sofa atau furniture disarankan minta bantuan tenaga ahli atau rekan yang mengerti teknik bangunan.

1. Bongkar bagian sofa yang terdapat lapisan kain yang menyelimuti bantalan jika air kencing telah merembes hingga ke bagian dalam bantalan.

Jika kita yakin bau hanya menempel pada bagian luar yang terdapat pada lapisan kain kulit, bantalan yang melekat di kursi tidak perlu di lepaskan.

2. Untuk cairan pembersih mengandung enzim tertentu, baca aturan pakai yang tertera dalam kemasan. 

Apakah cairan pembersih bau untuk urine bisa dipakai untuk kursi berlapis  kulit, khususnya menggunakan kulit asli.

Beberapa dari produk cairan pembersih untuk menghilangkan aroma bau air kencing, sebagian mengandung jenis bakteri yang bekerja menurunkan kemampuan mutu kulit karena memiliki bahan organik.

Cara sederhana untuk menguji produk pembersih cairan pembersih bau air kencing pada furniture kulit dan kain, cobalah menggunakan di bagian kecil yang tersembunyi untuk melihat reaksi yang mungkin timbul dan tidak diinginkan.

Setelah cairan pembersih penghilang bau urine kucing atau anjing mengering, kurang lebih hasilnya akan seperti itu untuk bangku berlapis kain kulit.

3. Jika kita sudah memastikan keamanan produk penghilang aroma bau urin untuk furniture. Langkah berikutnya adalah merendam bantalan yang sudah di bongkar sebelumnya.

Tunggu hingga mengering dan bisa mengulangi proses merendam jika dianggap perlu dilakukan.

Setelah cairan pembersih menghilangkan bau air kencing sudah mengering dan dibersihkan, pasang kembali sofa.

4. Untuk menjaga mutu furniture lapis kain kulit tetap awet, gunakan tambahan seperti kondisioner untuk bahan kulit. 

Tujuan melapisi furniture kulit dengan pelembab adalah menjaga kondisi lapisan permukaan kulit tetap stabil dan tidak pecah terkena cairan pembersih penghilang bau.

Jika Anda tidak memiliki cairan pelembab kondisioner untuk bahan kulit, bisa juga menggunakan minyak zaitun yang di oleskan di permukaan lapisan bangku.

Cara membuat cairan pembersih penghilang bau air kencing kucing dan anjing


Selain menggunakan cara yang praktis dan efisien dengan membeli langsung produk pembersih penghilang bau dan pelembab kondisioner furniture yang tersedia di supermarket dan toko terdekat. Kita bisa juga membuat cairan pembersih untuk menghilangkan bau-bauan urin hewan.

Bahan yang diperlukan:

  1. Hidrogen peroksida (3%)
  2. Baking soda
  3. Sabun cair
  4. Wadah non-logam kecil
  5. Botol semprotan
  6. Cuka
  7. Kondisioner kulit

Cara membuat sendiri cairan penghilang bau urine kucing dan anjing

Campurkan satu liter hidrogen peroksida, ¼ cangkir soda kue, dan 1 sendok makan sabun cair dalam wadah non-logam. Jangan aduk atau kocok kuat-kuat saat mencampur. 
Hidrogen peroksida dan soda kue menghasilkan banyak oksigen dan pencampuran yang berlebihan akan menyebabkan campuran meluap keluar dari wadah.

Tempatkan campuran ke dalam botol semprot dan semprotkan pada permukaan yang terkena urine hewan.

Biarkan area tersebut benar-benar kering.

Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan cuka putih. 

Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama dalam botol semprot dan semprotkan kulit.

Biarkan selama beberapa menit, lalu bersihkan kelembapannya.

Oleskan kondisioner kulit pada kulit agar tetap fleksibel.

Tips dan Saran Tambahan

  • Jika baunya membandel, Anda bisa mencoba menghilangkan bau di seluruh area. 
  • Isi mangkuk atau piring dengan soda kue, cuka putih, arang aktif, atau bubuk kopi segar. 
  • Letakkan mangkuk di dekat bau dan biarkan semalaman. Di pagi hari, baunya bisa hilang. Jika menggunakan kopi, perlu diingat bahwa meskipun bau urine akan hilang, namun bau kopi akan tetap ada pada tempatnya. Bau cuka apa pun akan hilang setelah cuka dihilangkan.
  • Pastikan juga untuk memeriksa area di sekitar dan di bawah furnitur. Jika baunya membandel, mungkin berasal dari bawah barang atau tempat lain di dekatnya.

Post a Comment

0 Comments