Header Ads Widget

}

Gawai Dayak Singkawang, Komunitas Pecinta Budaya Dayak Terapkan Protokol Kesehatan

Perayaan tahunan yang biasa digelar dan diperingati Hari Ulang Tahun (HUT) di tengah pandemi virus corona agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal yang sama dialami Komunitas Pecinta Budaya Dayak Kota Singkawang (KPBDKS) di HUT ke-3 diadakan secara sederhana tanpa menghilangkan kearifan budaya lokal.

Perayaan berlangsung dekat Rumah Ada Dayak Kota Singkawang, Minggu (26/07/2020) yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat terkait.

Menurut Ketua KPBDS, Mateus Gindro Kime dalam acara "Gawai Dayak Singkawang" kepada media berita diselenggarakan perayaan HUT ke-3, bertujuan mengobati rasa kangen di kalangan anak muda dayak karena tak berlangsung seperti tahun sebelumnya, karena situasi Covid-19. Meski demikian, peringatan HUT KPBDKS tetap berarti karena dikemas dengan acara yang menarik menampilkan budaya sudah dikenal, seperti budaya dayak dan tionghoa.

Dengan perayaan Gawai Dayak Singkawang sudah dilakukan melalui acara pembukaan Ngaremah Adat menggunakan ritual Nyangahatan, sebagai ungkapan bersyukur sekaligus berterima kasih kepada Jubata telah melimpahkan berkat dan rahmat pada HUT ke-3.

Kemeriahan perayaan yang berlangsung dihadiri ibu Walikota Singkawang dan anak muda mengalir kekeluargaan yang mencerminkan spirit dari anak muda dayak. Acara lain seperti tiup lilin hingga potong tumpeng dilakukan Mateus bersama Andreas Aan selaku pembina KPBDS dan tamu kehormatan.

Acara penutup Gawai Dayak Singkawang yang berlangsung ditutup dengan santap siang dan menyaksikan atraksi "baliatn Babunga Basi." Padatnya jadwal perayaan saat berlangsung hingga sore hari, tetap aman karena menerapkan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah dan kondisi berlangsung tertib karena dukungan berbagai pihak berperan serta mensukseskan.

Budaya Gawai Dayak Singkawang

Tahun sebelumnya, perayaan Gawai Dayak Singkawang, biasanya terasa setiap tahun pada tanggal 7-9 Juli hingga wilayah kampung setiap Kecamatan dan Kabupaten. 

Hal yang sama dilakukan dalam keterangan untuk media, Sekjen Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus menjelaskan, tidak dilaksanakan karena situasi pandemi Covid-19.

Walau ditiadakan agar tidak terjadi kerumunan manusia, acara sederhana berlangsung dalam suasana kekeluarga dengan ritual adat seperti memanggil Semangat Padi dan Pedagi di lokasi Dusun Sanjan, Desa Mawang, Kecamatan Kapuas.

Menurut Ketua DAD Kecamatan Kapuas, Andreas Sisen beberapa acara tertentu wajib dilakukan setiap tahun. Misalnya Pomang Mpokant Podagi (Ritual Adat Memberi Makan Pedagi/Leluhur) dan Pomang Nosu Minu Podi (Ritual Adat Memanggil Semangat Padi). Kegiatan ritual yang berlangsung nantinya memberi nilai positif pada hasil panen masyarakat semakin berlimpah di tahun berikut.

Dalam perayaan sudah berlangsung yang dihadiri Bupati Sangau Paolus Hadi dan istri, Ketum DAD Sanggau, Tohanes Ontot dan istri, juga sejumlah jajaran pengurus DAD dari Kecamatan hingga Kabupaten sekitar dan tamu undangan, Selasa (07-07-2020).

Post a Comment

0 Comments