Header Ads Widget

}

Cara Mengetahui Mood Hewan Dari Kumis Kucing

Merawat hewan peliharaan memberi banyak manfaat bagi pemiliknya dan anggota keluarga. Dengan merawat mereka, Anda belajar disiplin, bersosialisasi dan meluangkan waktu menjalin ikatan emosi bersama peliharaan.

Kucing atau anjing yang Anda dipelihara dirumah, mungkin tidak bisa mengungkap perasaan mereka secara verbal. Hal tersebut bukan menjadi kendala karena pemilik bisa mengetahui mood mereka dari bahasa tubuh yang ditunjukkan saat berinteraksi dengan lingkungan.

Kucing dikaruniakan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan menggunakan berbagai cara. Mulai dari mata, telinga, ekor dan kumis kucing yang berbeda saat berada dalam suatu situasi tertentu, kemampuan bahasa tubuh mereka dapat menggambarkan mood yang sedang dialami hewan.

Kelebihan Kumis Kucing


Kumis kucing atau "vibrissae" salah satu bagian yang penting untuk mereka saat di dalam kandungan induk hingga kehidupan di mulai. Bahkan kumis yang terdapat pada wajah kucing menjadi rambut pertama yang tumbuh dan lebih panjang dibanding dengan bulu hewan tersebut.

Kumis seekor kucing yang tumbuh di 3 lapisan terdalam dari kulit, memiliki jaringan saraf pada setiap folikel dan menjadi reseptor sensorik.

Kumis kucing sangat peka mengolah getaran yang dikirimkan objek dengan bantuan udara sebagai  telekomunikasi.

Kumis yang tumbuh di wajah kucing terdiri atas alis (superciliary), dagu (mandibula) dan moncong. Umumnya, kumis kucing mempunyai 12 yang tersusun di setiap sisi dan bisa bergerak independen.

Tulisan lain mengenai kumis kucing:

Keunikan kumis kucing
Fakta Tentang Kumis Kucing yang Perlu Anda Tahu


Kucing Mengungkap Mood Melalui Kumis


Selain bermanfaat sebagai alat sensorik dan telekomunikasi untuk mengukur jarak dan lebar, kumis kucing dapat menunjukan ekspresi yang mereka alami saat itu. Dari bahasa tubuh mereka, pemilik dan anggota keluarga dapat memprediksi perasaan mereka dengan melihat gerakan dan pola yang terlihat.

Kumis kucing di posisi bentuk umum, menunjukan mereka sedang santai dan cenderung senang dan puas dengan lingkungan saat itu.

Posisi kumis kedepan - keluar, memberi gambaran hewan peliharaan tertarik dengan suatu objek dan sedang bersemangat. Selain kumis maju ke depan dan cenderung keluar, didukung bagian mulut menutup dengan perawakan bibir tampak longgar. Bagian moncong akan maju dengan bentuk kumis menyebar. Ketika hewan ini berada di luar ruangan untuk menangkap atau menyergap atau di ruangan tamu, posisi kumis ini step awal untuk berburu.

Kumis kebelakang wajah, kumis kucing yang terlihat mundur ke wajahnya memberikan tanda mereka sedang takut, cemas atau stres pada keadaan saat itu. Keadaan yang tidak menyenangkan yang terus meningkat, kumis kucing akan terus mundur hingga ke belakang telinga (ke samping).

Kumis ke depan dengan telinga yang ke depan juga, gerakan ini memperlihat kucing sedang kondisi agresi dan ofensif. Biasanya, bahasa tubuh lain terlihat pada bagian ekornya.

Kumis bergerak dari samping dengan perubahan wajah, pipi, moncong terlihat rata. Jika pemilik memperhatikan bentuk kumis seperti ini, ada kemungkinan kucing sedang sakit dan menahan rasa sakit tersebut. Hal lainnya adalah wajah kucing terlihat tegang.

Jika Anda melihat kondisi kucing seperti yang ditunjukan dan khawatir terhadap perubahan dan sikap hewan peliharaan, disarankan menghubungi dokter hewan untuk mendapat penanganan secara medis.

Kelebihan kumis kucing tidak sekedar mengungkap mood yang mereka rasakan, fungsi lainnya kumis digunakan sebagai navigasi untuk berburu dan mengenali lingkungan mereka.

Penyayang hewan peliharaan kucing yang berpengalaman, memahami memotong atau menarik bagian ini maka membuat hewan peliharaan menjadi aneh dan terlihat kacau. Oleh karenanya, tidak disarankan menganggu kumis mereka.

Post a Comment

0 Comments