Perbedaan bahasa dan isyarat yang belum dimengerti manusia saat merawat mereka, membuat sebagian besar pecinta kucing kebingungan mengartikan makna komunikasi tersebut. Dengan bacaan ini, diharapkan mulai timbul pemahaman saat kucing Anda berkomunikasi pada Anda.
Cara Hewan Peliharaan Melakukan Komunikasi
Setiap hari hewan peliharaan Anda sering berkomunikasi dengan pemiliknya, beberapa tanda mereka menyapa mudah dikenali jika senang mengamati kebiasaan harian mereka.
Meongan kucing saat diperhatikan akan muncul intonasi berlainan, suara Meongan tersebut bisa terdengar rendah, sedang atau tinggi.
Untuk memudahkan pemilik hewan peliharaan mendeteksi perasaan, keinginan atau maunya sang kucing, ada 6 suara meong kucing menunjukkan emosi masing-masing dan berbeda.
- Bunyi meong kucing pendek, Meong pendek bentuk sapaan berbentuk sambutan pada kehadiran Anda
- Suara meong diulang berkali-kali, mengekspresikan emosi senang dan bahagia melihat Anda
- Nada bunyi meong datar, mengindikasikan mereka butuh kebutuhan dasar yang mungkin habis
- Mengeong dengan suara panjang, meminta Anda segera memberikan keinginan yang diminta mereka
- Mengeong dengan nada suara kecil, perasaan tidak suka terhadap situasi yang mereka alami dan membuat ia tidak nyaman
- Meongan terdengar variatif, kadang pendek dan panjang, mengindikasikan mereka dalam keadaan lapar atau haus. Paling umum suara ini dominan pada makanan.
- Cara anjing berkomunikasi dengan pemiliknya
- Kemampuan ekor kucing yang perlu Anda tahu
- Cara mengetahui mood kucing
Selain berkomunikasi melalui suara meong, kucing bisa juga menunjukan emosi tanpa Mengeong, biasanya mereka akan mendengkur dan mendesis.
Jika kucing peliharaan Anda mendengkur, menandakan mereka nyaman dan aman di dekat Anda dan mendorong pemilik lebih mendekat karena mempercayai kehadiran Anda.
Sementara kucing mendesis jika tidak nyaman dan merasa terganggu kehadiran suatu obyek lain. Saat kucing mendesis, sebaiknya waspada atau menjauh darinya. Mendesis bentuk peringatan kucing sedang marah merasa terganggu. Jika ekspresi seperti itu, ia memperlihatkan tanda-tanda lain untuk berkelahi.
Pengelompokan kucing yang sering bersuara dengan peliharaan lain cenderung pendiam, menunjukkan ras kucing oriental seperti ras kucing Siam lebih banyak bersuara.
Sementara kelompok kucing dengan mantel bulu panjang, lebih banyak pendiam.
Pembagian kelompok kucing yang sering mengeong dengan suara, tentu ada kemungkinan berbeda dipengaruhi lingkungan, perlakuan dan cara merawat mereka.
Cara Pemilik Hewan Merespon Komunikasi Kucing
Komunikasi hubungan timbal balik dengan pendengar dan pembicara, sehingga penyampaian ekspresi dan emosi dapat terjalin baik. Sama seperti kucing yang mengharapkan respon pemilik saat diajak bicara, Anda bisa melakukan interaksi sosial dengan mereka dengan beberapa hal.
- Menjauh dari kucing saat mereka marah saat terganggu dan tidak aman
- Memeriksa kemungkinan Anda menginjak ekor atau bagian lain
- Kucing yang menunjukan sikap senang bahagia melihat Anda, duduklah disamping mereka sebagai tanda mengerti keinginannya
- Jika kucing memperlihatkan perut bagian bawah saat tiduran, ia mempercayai sisi lemahnya dan mengizinkan dibelai jika Anda menginginkannya. Membelai perut kucing perlu hati-hati, beberapa ras kucing sering takut dan menjaga bagian ini karena tipis dan peka
- Sebelum membelai perutnya, Anda bisa tes membelai bagian atas kepala, leher atau punggung untuk mengetahui dengan jelas perasaan mereka
Jika ekor mereka bergoyang kencang ke sisi kiri dan kanan, bisa menandakan mereka mengajak bermain atau kemungkinan lain sedang marah. Kondisi tersebut disesuaikan dengan situasi yang tidak selalu sama.
Cara lain pemilik merespon komunikasi dengan kucing bisa juga dengan menggendong.
Banyak ekspresi kucing bisa Anda perhatikan saat bersama mereka. Selain memakai suara mengeong, hewan peliharaan ini mampu memberitahu Anda soal emosinya dengan gerakan dan bentuk ekor, posisi kuping dan pose tubuh menunduk atau melengkung.
0 Comments