Header Ads Widget

}

Antisipasi Gagal Panen Ternak Lele agar Tak Mati saat Proses Budidaya

Peluang usaha yang bertebaran sebelum memulai budidaya ternak, rata-rata menjanjikan profit menggiurkan. Jarang mengupas kendala dan masalah yang bisa terjadi sebelum calon pelaku investor bertanya kerugian yang timbul dalam situasi terburuk. Salah satu tulisan ingin diangkat adalah ternak lele.
Dalam dunia budidaya ternak hewan ataupun tumbuhan, resiko kegagalan panen selalu ada jika tidak di antisipasi di awal memulai. Misalnya kegagalan panen ternak lele yang dibudidayakan mati mendadak.

Sedikitnya ada 3 penyebab utama yang menjadi alasan mengapa lele yang di ternak mengalami kegagalan.
  • Kebersihan kolam
  • Ph air tidak sehat untuk lele
  • Pakan untuk lele diberi dengan cara berlebihan
Wadah atau tempat untuk pemeliharaan lele sebagian besar berkaitan dengan air untuk habitat pembesaran yang dimulai dari bibit berkualitas unggul.

Kolam yang kotor, tercemar zat racun untuk lele dan penyebab lainnya yang bersumber pada penurunan kualitas air menjadi tidak sehat.

Misalnya penggunaan kolam berbahan terpal atau bahan yang mengandung zat kimia tertentu, disarankan tidak langsung dipakai terlebih dulu. Bersihkan bagian alas yang akan dipakai untuk dasar air lalu di jemur. Jika memakai kolam terpal, setelah di cuci bersih, gunakan air peredam untuk melarutkan sisa zat berbahaya sekitar 3-7 hari, buang sisa air tampung tersebut.

Artikel pilihan ternak dan budidaya

Ciri dan tanda air kolam lele tercemar

Untuk mengenali ciri-ciri yang menjadi tanda air kolam tercemar, ada beberapa hal yang bisa digunakan sebagai pengamatan Anda.

Misalnya warna air kolam lele menjadi hitam kemerahan, menandakan pencemaran kolam terjadi dari sebaran pakan lele terlalu berlebihan. Pemberian pakan untuk lele dalam jumlah banyak, jika tidak dikonsumsi oleh ternak tersebut akan berubah menjadi racun untuk waktu tertentu.

Beberapa penyebab lain yang bisa membuat kolam lele menjadi kotor sehingga menimbulkan bau tak sedap, yakni pengelolaan air yang tidak tepat dan cenderung tak diganti secara berkala.

Sampah, kotoran daun dan sisa kotoran yang dihasilkan lele dalam kolam selain mencemari kualitas air kolam, kadar amoniak semakin menumpuk bisa menyebabkan mutu oksigen sekitar kolam menjadi tak baik bagi lele.

Ph air tidak sehat untuk lele

Bagian penting lain mengantisipasi kegagalan ternak lele adalah kestabilan Ph air kolam. Beberapa penyebab Ph air kolam lele berubah cepat sebagian besar pengaruh curah air hujan dan cuaca terlalu panas.

Cara mengatasi perubahan ph yang disebabkan air hujan adalah mengganti segera menurut petunjuk ahli beternak lele.

Cara mengatasi air kolam akibat panas yang dihasilkan sinar matahari yakni memasang-kan tenda atau terpal sebagai penghalang sinar tidak langsung menyinari kolam. Beberapa tambahan lain menjaga kestabilan ph air kolam lele dengan memakai tumbuhan tertentu yang memiliki fungsi mikro-organisme sekaligus sumber makanan alamiah ternak.

Antisipasi gagal panen ternak lele agar tak mati saat proses budidaya sebagian besar pengaruhnya dari cara pemberian pakan yang salah, bibit yang tidak sehat, manajemen pengolahan air dan penyebab luar seperti cuaca hingga penyakit menyebabkan wabah.

Wadah dan penyakit yang bisa menganggu peternak lele, khususnya menggunakan kolam tanah langsung adalah masuknya ikan gabus melalui lubang yang kosong di area kolam.

Penyakit ikan lele

Terjangkitnya penyakit pada lele sebagai jenis ikan rata-rata memiliki kemiripan seperti ikan air tawar. Beberapa jenis penyakit yang bisa dialami lele, diantaranya:
  • Penyakit bintik putih
  • Penyakit gatal
  • Penyakit perut lele membengkak
  • Penyakit Cotton wall disease
  • Penyakit Channel catfish virus (CCV)
  • Penyakit kuning
Penyakit bintik putih mudah dikenali jika terdapat pada lele. Dibagian tubuh lele akan tampak bintik putih dan mereka sering menggosok badan ke dinding atau dasar kolam. Penyakit bintik putih tersebut akibat protozoa yang rata-rata dialami oleh bibit lele. Timbulnya penyakit bintik putih pada bibit lele akibat dari suhu air yang tidak stabil. Kadar suhu air kolam ikan lele yang baik adalah kisaran 28 derajat celsius atau menurut saran pakan ikan lele.

Penyakit gatal
Hampir mirip dengan penyakit bintik putih, ikan lele bisa gatal dari protozoa lain. Perbedaannya kondisi lele yang terkena penyakit gatal selain menggosok badan di dinding atau dasar kolam, keadaan mereka cenderung lemah dan tampilan warna tidak bersinar segar. Timbulnya penyakit gatal tersebut bisa disebabkan dari kontak langsung dengan penderita asal dan penyebab lainnya adalah lingkungan kolam yang digunakan terlalu penuh sehingga oksigen tidak tersedia cukup.

Penyakit perut lele membengkak timbul karena bakteri yang menyerang ternak berasal sisa pakan yang tak habis dimakan sehingga menjadi busuk.

Ada beberapa jenis penyakit lainnya yang bisa menyebabkan budidaya lele gagal. Mintalah saran dan petunjuk untuk mengatasi dengan tepat.

Sumber foto: Pxhere.com

Post a Comment

0 Comments