Header Ads Widget

}

Kucing Menangis, Kenali Penyebab dan Tandanya

Kucing termasuk hewan yang cuek dan perilaku mereka lebih senang melakukan apa yang menurutnya disukai. Mereka termasuk satu dari sekian hewan yang bisa menahan perasaan dan sakit sehingga majikan yang kurang peka cukup sulit mengira suasana hati mereka.
Kucing bisa menangis dalam situasi dan kondisi tertentu. Anda akan tahu beberapa penyebab kucing menangis dengan melihat tanda-tanda berikut ini.

Kucing Menangis, Kenali Penyebab dan Tandanya

Kucing menangis saat kurang perhatian majikan

Kucing termasuk hewan yang peka indera dan jenis peliharaan senang menjadi pusat perhatian manusia yang merawat mereka. Mereka bisa menangis di depan pemilik atau calon majikan untuk mengadopsi mereka.

Kucing menangis bukan ekspresi sakit

Jika manusia menangis rata-rata mengalami suasana hati yang amat luar biasa. Keadaan tersebut bisa berwujud rasa senang, bahagia atau sedih hingga sakit yang sangat kuat. Sementara kucing tidak demikian, mereka tidak menangis saat mengalami suasana yang sama dengan manusia. Seekor hewan peliharaan tersebut saat sedih cenderung menyendiri di tempat tersembunyi. Cara lain kucing mengungkapkan emosi mereka dapat melakukan kebiasaan makan yang menurun.
Rata-rata kucing sering menunjukan suara mereka dengan mengeong bernada pendek terus menerus.

Menangis bisa terjadi pada makhluk bertulang belakang

Fakta tentang kucing menangis dimungkinkan terjadi karena mereka termasuk makhluk bertulang belakang. Namun Anda perlu tahu juga rata-rata makhluk bertulang belakang bisa mengeluarkan air mata yang sering diartikan menangis. Mengalirnya air mata dari makhluk hidup bertulang belakang disebut lakrimasi, sebagai pusat jaringan produksi air mata.

Kemampuan makhluk bertulang belakang mengeluarkan air mata bukan berarti sedang menangis karena sedih, sakit dan lainnya. Tujuan utama makhluk bertulang belakang saat keluar air mata untuk membersihkan kotoran dan zat tertentu yang terdapat di area mata. Dengan keluarnya air mata dari kelopak mata mereka bisa juga untuk membasahi mata agar terhindar dari kekeringan.

Artikel pilihan tentang kucing

Kucing menangis akibat penyakit

Keadaan hewan peliharaan seperti kucing menangis dapat terjadi jika mereka sakit. Umumnya jenis penyakit yang dialami mereka menyebabkan menangis adalah infeksi yang disebabkan bakteri, kuman atau terpapar zat menganggu di area mata.

Keadaan kucing mengeluarkan air mata yang terlalu sering, sebaiknya Anda membawa peliharaan ke dokter hewan terdekat untuk pemeriksaan medis.

Kucing menangis karena cuaca ekstrim

Kucing bisa menangis karena cuaca ekstrim mempengaruhi mereka. Misalnya kondisi penempatan mereka yang tidak tepat di lingkungan dingin atau panas berlebihan.

Pengaruh genetik

Salah satu penyebab yang membuat kucing menangis adalah faktor genetik yang diturunkan dari induk kucing. Jika kucing sehat dan hasil diagnosa dokter hewan mengatakan mereka tidak sakit, biasanya keadaan tersebut dapat diabaikan majikan. Cara lainnya untuk memperkirakan peliharaan mengeluarkan air mata disebabkan genetik adalah memperhatikan pola makan mereka stabil tidak berkurang dan bagaimana aktivitas harian mereka dibanding dengan kucing normal.

Anak kucing lebih sering menangis

Kucing dewasa lebih jarang menangis dibanding anak kucing. Salah satu penyebab anak kucing lebih mudah mengeluarkan air mata adalah fungsi mata mereka belum sempurna sehingga belum bisa mengontrol seperti kucing dewasa. Jika Anda merawat anak kucing yang sering mengeluarkan air mata, pastikan kebersihan area wajah mereka agar sisa air mata tidak mengering dan mengundang bakteri.

Jika memiliki kucing yang terlalu sering mengeluarkan air mata sehingga terlihat menangis dan Anda sudah melakukan berbagai cara menyembuhkan tanpa membuahkan hasil, sebaiknya memeriksakan kesehatan mereka ke dokter hewan untuk pemeriksaan medis.

Sumber foto:
brunch.co.kr
gambarhewan.com
zimoy.blogspot.com

Post a Comment

0 Comments